raya monokultur
Celoteh pada 21 September 2009 dalam topik celoteh [
] -
270 views
21 September. Hari anti-monokultur internasional. peringatan kepada penghuni bumi untuk tidak melakukan monokulturisasi secara masif dan dalam skala luas. hancurnya keragaman hayati, akan menghadirkan bencana masa depan.
pembukaan kawasan hutan dan lahan menjadi perkebunan monokultur skala luas, bukan semata menghilangkan sistem kehidupan sosial-budaya komunitas lokal. monokultur juga telah menghancurkan sistem rantai makanan, yang merupakan pondasi kehidupan di permukaan bumi.
industrialisasi dan konsumerisme menjadi pemicu semakin meningkatnya monokulturisasi. bahkan di hari raya pun, konsumsi margarine, tissue dan kertas semakin meningkat tajam. hingga kemudian, semakin banyak dibutuhkan tegakan leda, akasia ataupun kelapa sawit semakin melejit.
satu per satu pepohonan dipterocarpa berganti. kawasan rawa dikeringkan. kerangas dan mangrove pun tak disisakan. berganti dengan hamparan karpet bencana. perlahan namun pasti, kemiskinan dan gangguan kesehatan akan terjadi.
sucinya jiwa di hari fitri, bukanlah semata menyelesaikan hubungan dengan tuhan. melangkah dengan memberikan kehidupan yang lebih baik pada sesama menjadi sebuah keharusan. damai di bumi, tak sekedar damai bagi diri. damai dan kesucian adalah bagi semua.
pada raya monokultur !
Blogmark: Technorati | Feedster | Bloglines | Lintas Berita | Del.icio.us | Digg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

![Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. [Pasal 28F UUD 1945]](http://timpakul.web.id/wp-content/themes/mimbo/images/t-info.png)






