retribusi tepi jalan

Posted on: Thursday, Sep 24, 2009

seorang muda bertopi dan memakai rompi. tulisan dinas pendapatan daerah kota tertulis besar di bagian belakang rompinya. di atas saku rompi tertulis PKL. ia masuk ke sebuah warung sate di tikungan jalan. mendekat ke penjual. tak ada kata. selembar rupiah diambilnya dari tangan penjual sate. sesaat, ia berlalu dengan sepeda motor yang tak terlalu tua.

retribusi. sumber pendapatan bagi kota. kemanakah rupiah-rupiah itu mengalir? adakah ia benar-benar memberikan kesejahteraan bagi warga kota? ataukah sebenarnya hanya untuk menghidupi segelintir pegawai yang tak bergaji?

retribusi. dipungut dari pedagang kaki lima. setelah menumpuk pundi, satu waktu menggusur dilakukan. “demi keindahan kota” ujarnya. semua lalu melepaskan tangan. tak ada yang ingin menyaksikan hilangnya sumber kehidupan mereka.

kota, tak terlalu sedikit uang yang beredar atas nama retribusi. tak pernah jelas kemana alirannya. tak pernah jua tau dimana menumpuknya. hanya catatan kecil setiap tahun dengan angka-angka yang tak pernah dijelaskan darimana asalnya. kota, harus menata ulang sistem kelolanya. bukan dengan memungut selalu.

pada retribusi tepi jalan !

Topik

Arsip

jejaring blog

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner


wajah

Campaign

Borneo2020 - Anti Generasi Suram Kalimantan   Lajur khusus Sepeda - bukan sepeda listrik  


Jejaring

rank blog indonesia Nature blogs & blog posts Page Rank
 



64
Unique
Visitors
Powered By Google Analytics

Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button