saat obrolan pribadi di ranah publikkan

9 September 2010 | explore oleh

Sep
09

gejala baru, setelah berkembangnya teknologi laman 2.5. menjadikan banyak orang yang semakin dimudahkan untuk berkomunikasi. melalui situs jejaring sosial, mulai dari koprol, tweet, dan lainnya. apalagi kemudian dapat diakses dari perangkat seluler yang dimurahkan. semakin banyak pengguna, bahkan negeri ini semakin kerap menempatkan topik hangat perbincangan dunia.

gejala membuka hal yang berada di ranah pribadi menjadi obrolan publik. walaupun jejaring sosial menyediakan obrolan privat, namun tetap saja, semakin menyenangkan sepertinya agar obrolan tersebut berada di ranah publik. mulai dari sekedar ungkapan kegelisahan, celoteh tak penting, hingga saling bercanda-bertegur sapa.

biaya komunikasi pun menjadi semakin murah. tak perlu repot untuk mengirim pesan singkat, sebuah status terbaru pun akan mengabarkan pada banyak kawan. berharap sang kawan membaca, tentunya. ucapan selamat, saling menguatkan, hingga sebuah ajakan, dilakukan dengan satu kalimat tak sampai 140 huruf.

fenomena berjejaring sosial, pun mulai menghubungkan. namun juga dapat menjadi pemisah. “maaf, saya tadi sedang update status. tadi sampai dimana ya kita ngobrolnya?“. saat bertemu muka, perangkat seluler digenggaman terus dilirik. harap-harap cemas akan ada sebuah tegur-sapa baru dari kawan di jejaring sosial. akhirnya, komunikasi tak lagi melalui oral, tapi lewat jari.

sebuah revolusi perkawanan. yang tak terbayang sepuluh tahun lalu. bahkan bisa jadi, dua tahun mendatang, tak lagi menggunakan jari. sudah melalui gambar bergerak di layar perangkat seluler. tak terlalu mahal berbiaya tentunya. yang juga, dapat menggunakan perangkat yang jauh lebih murah. inilah peradaban tanpa batas. dan dunia semakin datar.

pada obrolan publik !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2010. saat obrolan pribadi di ranah publikkan. http://timpakul.web.id/saat-obrolan-pribadi-di-ranah-publikkan.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz