samarinda banjir ya….

17 July 2009 | celoteh oleh

Jul
17

siapa yg doain SBY datang Samarinda hujan & banjir hayo? Sudah bener2 hujan & banjir seputaran Sempaja [SK on FB]

samarinda banjir, ah itu biasa. tapi saat pemenang pilpres datang dan banjir, harusnya jadi nggak biasa. karena berarti ada kekalahan dari tim penunda banjir.

walau juga tak pengaruh bagi penghentian banjir di Samarinda. semua tetap kembali dalam kesibukannya. ijin-ijin kuasa pertambangan dan kontrak karya pertambangan tetap saja diberikan. ijin untuk perkebunan besar kelapa sawit dan perkebunan besar pulp juga masih diberikan. menjadi lupa, kalau telah lebih dari 71% kawasan akan diporak-porandakan.

tidak ada kepala pemerintahan yang sensitif dengan bencana ekologis. karena tak pernah memperoleh dampak langsung. apalagi bila balaikota dan rumah dinasnya terletak di perbukitan. terus dihiasi dengan tetanaman yang juga tak terlalu menghijaukan.

namun, haruskah selalu pasrah pada nasib? tak adakah keinginan untuk melawan penyebab banjir? bukan semata beradaptasi dengan membangun lantai kedua, ataupun meninggikan lantai rumah, atau sekedar membangun tembok pencegah air sesaat.

cara itu pasti ada. dengan tidak memilih pemimpin korup yang hanya memperkaya kelompoknya. dengan mulai berani mengungkapkan kekesalan secara langsung. dan dengan mulai memenuhi gedung wakil rakyat dengan hujatan. bila tidak, nikmatilah bencana ekologi. karena terkadang itu juga menyenangkan.

pada samarinda banjir ya….



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. samarinda banjir ya….. http://timpakul.web.id/samarinda-banjir-ya.html (dikutip tanggal 8 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

3 ikung mahalabiu gasan “samarinda banjir ya….”

Show / Hide Comments
  1. maryotods says:

    aaaaah sudah qiyamat

  2. juns says:

    Negara ini terlalu luas, samarinda mungkin kurang tersentuh krn letaknya yg cukup jauh dari pusat pemerintahan. Pemerintah daerahlah yg seharusnya menemukan solusi untuk itu. Toh sekarang semua daerah berhak memoles dirinya sendiri dg adanya otonomi..

  3. iman says:

    pemimpin seperti ini sudah ada dalam al-qur’an, dimana Allah katakan: “……………Allah butakan matanya sehingga bila melihat tidak mengetahui, bila mendengar tidak menurut dan Allah kunci mati hatinya sehingga tidak ada empati dan perasaan………..”. pemimpin seperti ini hanya kematian yang bisa merubahnya dan tidak bisa hanya sekedar bicara untuk merubahnya namun perlu usaha-usaha yang lebih keras lagi untuk ‘menyingkirkannya’ dari kepemimpinan

Bekomen yukz