apa kabar gerakan penanaman satu miliar trembesi? satu tahun lalu, bertempat di bawah pohon trembesi di pekarangan istana negara, pemimpin negeri mempromosikan trembesi untuk ditanam di seluruh penjuru negeri. kabarnya, trembesi merupakan jenis pepohonan yang menyerap karbon dioksida dengan luar biasa dibandingkan dengan jenis lainnya.
berkilo-kilo biji trembesi dibagikan. institusi kehutanan ataupun yang berbau kehutanan di daerah disibukkan dengan menyiapkan media tanam. bebijian dijadikan tumbuh tunas baru, hingga kemudian dibagikan, entah kepada siapa saja. trembesi, seolah menjadi sebuah trend. walau, bagi negeri ini, trembesi bukan merupakan spesies asli dari tanah negeri ini.
apa kabarnya dipterocarpaceae? pepohonan yang banyak tumbuh, hampir di sepanjang wilayah negeri adalah jenis dipterocarpaceae. pun masih sangat banyak jenis-jenis endemik lainnya yang ada di negeri ini. termasuk juga, beragamnya jenis buah-buahan lokal, yang kini kian tersingkir keberadaannya.
mulai dari beragam jenis durian, rambutan, hingga nangka-nangkaan. lalu, kenapa mereka tidak menjadi sebuah ikon di dalam negeri ini? mengapa harus menggunakan jenis tetumbuhan dari negeri seberang? apakah karena sedang ada yang punya banyak biji trembesi? ataukah hanya karena sebuah ungkapan, pepohonan yang ditanam haruslah mampu menyerap karbon dengan lebih banyak?
keragaman hayati yang ada di negeri ini sungguh luar biasa. mulai dari tetumbuhan perdu, hingga pepohonan yang menjulang tinggi. tidakkah jauh lebih baik untuk mulai menumbuhkan gerakan penanaman jenis-jenis pepohonan lokal? yang bisa jadi akan sangat berbeda pada setiap wilayahnya.
juga menjadi penting untuk memandang pepohonan bukan sebagai bagian dari pemenuhan pengikatan karbon semata. namun lebih jauh dari itu, pepohonan memiliki manfaat untuk menjadikan air hujan terserap ke dalam tanah. juga pepohonan merupakan apotek hidup bagi komunitas lokal, termasuk juga sebagai penyedia bahan ritual keyakinan, pangan dan perumahan.
satu miliar trembesi tak akan bermakna apa-apa. jauh lebih bermakna bila kemudian negeri ini mulai berpihak pada tetumbuhan lokal. menjaga keberadaan sumber-sumber genetik asli negeri ini, hingga melindungi kawasan penyangga kehidupan bagi komunitas lokal. angka rehabilitasi yang dilakukan oleh pemerintah saat ini pun, jauh dibawah angka penghancuran hutan yang difasilitasi oleh pemerintah. hingga, menjadi tak aneh bila kejadian bencana ekologis kian meningkat tajam.
ada banyak pengetahuan lokal yang tergerus oleh waktu. ada begitu banyak catatan kehidupan yang tersapu oleh angin lalu. terlalu banyak yang lupa di negeri ini. menjadi penting agar anak negeri mulai kembali pada ruang kehidupannya saat ini. tak terlalu berharap pada datangnya keping emas dari udara, ataupun belas kasihan dari negeri penjajah. bangkit dan menjadi mandiri dalam ruang pembangunan, yang merata dan berkeadilan. satu miliar trembesi, hanya bagi mereka yang tak pernah tegas memimpin negeri.
pada satu miliar trembesi !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2011. satu miliar trembesi. http://timpakul.web.id/satu-miliar-trembesi.html (dikutip tanggal 19 May 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
saya setuju, sebagai negeri tropis banyak pohon2 yg menghasilkan buah dan masa tumbuhnya cepat dan mudah, sehingga menguntungkan juga secara ekonomis.