timpakul mahalabiu

menjadi minoritas itu pilihan !

satwa besar itu makin tersingkir

Celoteh pada 10 November 2009 dalam topik aku [ Print This Post ] - 139 views    

walau agak nggak percaya, tapi bisa jadi satwa besar itu menyingkir ke laut dalam. satu waktu, kapal selam pernah mendeteksi dan merekam suara, yang bukan dari kapal selam ataupun satwa laut lainnya. bisa jadi itu suara satwa itu” ujar kawan dari negeri utara, yang sedang mendalami pergolakan alam di timur.

keyakinan kawan ini, justru menghadirkan keraguan bagi aku. keraguan akan sebuah proses evolusi yang harusnya terus berlangsung. bila benar bahwa masih tetap hadir satwa bertubuh besar hingga saat ini, maka proses evolusi bisa jadi tak terjadi. proses seleksi alam lah yang kemudian melahirkan keragaman spesies hari ini.

kawan yang juga menulis “The Book of Trees” terus berupaya meyakinkan aku bahwa satwa-satwa itu bukan sebuah mitos. walau dalam bukunya, banyak sekali mitos tentang kehadiran spesies di bumi, yang dia kupas dari proses pembelajarannya di India. dia meyakini bahwa satwa tersebut menyingkir sesaat, hingga pada waktunya akan kembali.

menelisik lebih dalam terkait dengan fenomena yang terus bergerak di permukaan bumi, menjadi penggerak untuk terus berupaya bertahan dalam proses berkehidupan. pertarungan-pertarungan kepentingan, yang juga dihadirkan dalam mitologi satwa, merupakan sebuah potret dari dominansi kekuasaan.

cinta puspa dan satwa yang digemakan, belum pernah menyentuh sejarah spesies, apalagi tentang mitologi satwa. semua berkutat pada buku merah ataupun literatur yang sebagian besar diolah oleh generasi utara. membongkar satwa dari timur, akan menemukan ruang yang jauh lebih dinamis. hanya saja, masih sedikit yang ingin memulai dari timur. karena terlalu tak menarik bagi kucuran keping emas.

memilih timpakul sebagai bagian dari spesies yang gagal evolusi, aku menemukan beragam dinamika sosial-ekologi di dalamnya. bukan sekedar dari pola hidup dua alam, namun pada sebuah catatan sejarah perubahan ekosistem. satwa-satwa, bukanlah semata menjadi etalase. mereka menjadi buku besar perjalanan kehidupan. dan mereka akan menjadi perantara sebelum akhir kehidupan terjadi.

pada satwa besar yang menyingkir !

Blogmark: Technorati  |  Feedster |  Bloglines  |  Lintas Berita  |  Del.icio.us  |  Digg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

Saikung bamamay »

  1. wah ini nakutin aja ya , blog yang ok mas

    [Reply]

Bamamay disini

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word