sebuah republik yang penuh mimpi

29 February 2008 | topik: celoteh | oleh

Feb
29

dalam sebuah tayangan parodi politik, sebuah republik yang penuh mimpi. saat ini telah berpindah tempat tayang. sederetan laptop dengan merek tertentu berjejer di atas meja. kertas berlapis-lapis tetap ada di atas meja. celoteh santai berdasar naskah masih terus berlanjut.

penggunaan laptop saat ini seperti tak termanfaatkan maksimal. dalam republik yang penuh mimpi tersebut, bagaikan sebuah aksesoris ataupun sebuah ajak promosi yang tak termanfaatkan. semua penceloteh masih tetap berpatokan pada naskah di atas kertas. awalnya terpikir bahwa ketika laptop ada, penggunaan kertas semakin berkurang. pada gilirannya, semakin berkurang pepohonan yang ditebang.

namun, itulah sebuah republik yang penuh mimpi. laptopnya pun masih hanya untuk bermimpi. bisa jadi sedang berisikan sebuah game ataupun hanya menjadi sebuah penghibur disaat break dilakukan. sangat disayangkan, penggunaan kertas tetap berlangsung pada republik tersebut.

celoteh pun semakin ragu. naskah masih jadi rujukan. eksperimen dan penggalian ekspresi personal masih belum mampu digali lebih dalam. sementara pada tempat tayang yang lama, wapres yang lalu kembali tampil dalam sebuah parlemen yang menggila. tak lucu, hanya menjadi sebuah pengharapan dapat terus ditonton.

tak penting republik yang penuh mimpi !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2008. sebuah republik yang penuh mimpi. http://timpakul.web.id/sebuah-republik-yang-penuh-mimpi.html (dikutip tanggal 19 May 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Saikung mahalabiu gasan “sebuah republik yang penuh mimpi”

Show / Hide Comments
  1. ikutan mimpi pak, sebelum mimpi itu dilarang dan mbayar hehehe… nyeni banget blognya

Bekomen yukz