seni

25 November 2006 | celoteh oleh

Nov
25

“mengelola alam itu adalah seni. bagaimana memilih jenis tanaman, mengatur jarak tanam, hingga mempelajari kesesuaian tanah” ungkap seorang ahli tanah kaltim.

Alam telah memberikan berbagai pengetahuan. Hanya bagaimana manusia kemudian mempelajari pengetahuan yang disajikan, serta kerelaan untuk jujur dalam mempelajari pengetahuan tersebut. Kawasan hutan kerangas, mengapa kemudian dijadikan sebagai ekosistem unik dan harus dilindungi serta tidak menjadi kawasan budidaya, dikarenakan memang kapasitas tanahnya tidak akan mampu menyediakan hara bagi tanaman yang tumbuh diatasnya. Jenis tanah spodosol menyajikan sebuah lapisan yang menghambat masuknya air ke dalam tanah. Kondisi inilah yang menyebabkan walaupun memiliki fraksi pasir, namun tetap menyebabkan air tergenang.

Belum termasuk ketika ternyata begitu banyak rahasia permukaan tanah, dimana Kaltim memiliki jenis tanah podsolik yang miskin hara, sangat terganggu saat hutan mulai dibuka. Tak mudah untuk melakukan rehabilitasi kawasan, apalagi melakukan restorasi.

Sistem agroforestry sendiri, ternyata baru sebatas kajian terhadap kondisi yang telah ada secara tidak sengaja. Belum mengarah pada penemuan komposisi jenis tanaman. Pengetahuan agroforestry terbesar adalah di tingkat komunitas lokal, yang secara tidak terstruktur menemukan bentuk pengetahuannya. Hanya saja, kawasan-kawasan komunitas lokal selalu dianggap sebagai kawasan tak bernilai penting. Hingga suatu saat setelah segalanya tak lagi ada. Mengelola alam adalah sebuah seni.

tak penting seni !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2006. seni. http://timpakul.web.id/seni.html (dikutip tanggal 7 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz