tak harus banyak partai

11 April 2009 | celoteh oleh

Apr
11

Melihat hasil hitung cepat ataupun proses perhitungan yang sedang berjalan oleh Komisi Pemilihan Umum, sebenarnya jumlah partai politik yang bertarung tidak lebih dari sembilan partai politik. Dari petarung kali ini yang memperoleh suara diatas 2% hanyalah sembilan partai. Sehingga, berbagai partai lainnya, bisa mulai bergabung dengan partai-partai yang memiliki visi yang sama.

Angka sembilan bukanlah angka yang penting untuk diperdebatkan. Bisa jadi dia menjadi Lima Belas ataupun malah menjadi Enam, atau Tiga, seperti fase-fase terdahulu. Beberapa pemerhati politik menyebut angka tidak lebih dari sepuluh sebagai angka yang layak untuk jumlah petarung.

Partai yang saat ini, sembilan partai politik, yang akan mampu bertahan untuk lima tahun mendatang, bisa jadi dua partai akan runtuh, karena basisnya hanya untuk ketokohan, bukan sebuah pembangunan kader yang kokoh. Tiga partai politik yang selalu bertarung di orde baru, akan tetap bertahan, walaupun untuk PPP sudah terlihat semakin menyusut jumlah pemilihnya. Sementara, partai peraih suara tertinggi kali ini, bisa jadi semakin hilang, seiring dengan hilangnya ketokohan dalam partai ini di periode 2014.

Partai baru yang mungkin hadir adalah Partai Independen, Partai Golongan Putih dan Partai Hijau. Tiga partai ini paling memungkinkan untuk meraih suara yang saat ini belum menentukan pilihannya. Partai Independen, bisa jadi terbangun untuk mewadahi suara-suara pemilih independen, yang sistem kepartaiannya terdesentralisasi, dan hanya menyatukan dari bentukan pelaku politik independen. Partai Golongan Putih, merupakan partai yang menampung suara golongan putih, yang memang tak ingin ada calon atau suaranya diwakilkan dalam parlemen maupun pemimpin pemerintahan. Partai Hijau, mewakili suara pegiat lingkungan hidup ataupun mereka yang tertarik dengan isu perbaikan alam, dimana hingga saat ini belum ada satupun partai petarung yang meletakkan lingkungan hidup sebagai ideologi partainya.

Namun, bagaimana pertarungan lima tahun mendatang, hanya akan tergantung situasi yang akan terjadi pada tahun 2012. Bagaimana bangunan politik yang didebatkan di Senayan, akan sangat mempengaruhi konstruksi pertarungan politik 2014. Apalagi, ingatan sebagian besar pemilih adalah ingatan jangka pendek, sehingga dua tahun menjelang pemilihan, barulah akan terjadi perdebatan tentang partai politik dan pertarungan politiknya.

Semoga saja catatan perdebatan di dunia maya ini mampu bertahan hingga lima tahun mendatang, sehingga segala bentuk perdebatannya akan menjadi referensi dari anggota parlemen dalam diskusi-diskusi di Senayan. Itupun dengan catatan, bila anggota parlemen diberikan satu buah laptop, modem HSDPA dan layanan gratis dari provider, serta satu orang sekretaris yang akan mengupdatekan jejaring sosial dan membacakan emailnya setiap hari.



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. tak harus banyak partai. http://timpakul.web.id/tak-harus-banyak-partai.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz