tak memilih wisata kopi

9 April 2009 | celoteh oleh

Apr
09

“secangkir kopi geratis dari warung kopi mewah untuk mereka yang telah memilih”. “ada diskon khusus untuk masuk kawasan wisata bila anda telah memilih”. Demikian pesan iklan yang tersampaikan. Dorongan untuk meningkatkan angka pemilih, sepertinya sudah menjadi pilihan yang diambil oleh para korporat.

“hampir 42 orang karyawan sebuah perusahaan bersepakat untuk berlibur bersama ke satu pulau”. “saat ini sedang menunggu boarding”. “lagi mancing di laut nih”. Pesan-pesan singkat di jejaring sosial ataupun melalui pesan pendek di telepon seluler. Sebuah pilihan yang diambil ketika Pemilu dilakukan ternyata menjadikan libur yang sangat panjang.

Ada yang senang, ada yang sedih. Wajar saja, rumah sakit jiwa telah menyiapkan fasilitas khusus bagi para calon anggota parlemen yang gagal menuju gedung megah. Biaya kampanye yang dikeluarkan tak terlalu sedikit, yang bila dikumpulkan dapat menjadikan pendidikan negeri jauh lebih berkembang.

Investasi politik yang dilakukan dalam jangka pendek telah menghasilkan akumulasi bisnis yang tak menguntungkan bagi sebagian besar warga negara. Sampah yang menggunung, hingga mata yang lelah menatap gambar yang tak menarik. Mungkin saja benar, bagi pengusaha kopi ataupun tempat wisata, akhirnya memutuskan untuk menyedikan penyegaran. Tapi, apakah tak ada perselingkuhan antara korporat dengan calon anggota parlemen, hingga agenda yang tertuliskan adalah komitmen untuk melanggengkan penghisapan negeri ini saat duduk di kursi parlemen? Ah.. sudahlah.. mari minum kopi dulu… sambil menikmati angin laut di utara ibukota negeri….

pada wisata kopi !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. tak memilih wisata kopi. http://timpakul.web.id/tak-memilih-wisata-kopi.html (dikutip tanggal 5 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz