tanah ini menolakmu !
Posted on: Friday, Sep 25, 2009
“tak boleh dia dimakamkan di tanah desa ini. kata mereka, dia teroris. makamnya di desa ini, menjadikan desa ini dicap sebagai teroris“
menolak memberikan tempat bagi makhluk hidup yang telah meninggal untuk sekedar beristirahat di dalam tanah, menjadi sebuah hal yang seringkali terdengar. “teroris“, menjadi kata yang menakutkan. hingga seolah tanah menjadi haram untuk mereka. telah menjadi lebih kuasa daripada tuhan. memberikan sebuah pengadilan tanpa persidangan.
tanah, kehidupan bermula dan berakhir. ruang kehidupan menjadi bergairah dengan adanya tanah. perselisihan hingga perselingkuhan, lahir dari tanah. zat yang memberi kuasa. hingga pada akhirnya, tak ada lagi tanah kehidupan.
teroris, sebuah cap yang diberikan kapitalist. membangun ketakutan bersama, untuk penguasaan aset-aset alam. mematikan perlawanan, dengan membangun kebencian berbasis keyakinan. hingga tumbuh umpatan-umpatan yang tak pernah dipikir ulang dalam alam pikir. semua melawan, tapi tak pernah tahu, mengapa harus melawan.
penolakan memakamkan seorang yang seolah dituduh teroris, telah mematikan rasa kemanusiaan. ketakutan-ketakutan semu, dihadirkan oleh segerombolan kelompok yang telah dikenyangkan oleh penjajah. hanya untuk mengebirikan perlawanan kolektif. memuaskan nafsu penjajah dalam menguasai tanah, air, dan kehidupan di negeri ini.
berikanlah mereka yang dilabelkan teroris sebuah tempat untuk kembali pada yang mencipta. mereka juga manusia, yang ingin menuju jalan berpulang. mereka hanya butuh sejengkal tanah untuk beristirahat dengan tenang.
tapi jangan pernah berikan tanah pada para penjajah yang mengucurkan keping emas, yang mengambil paksa tanah-tanah produktif kalian, atas nama pembangunan, demi sebuah kesejahteraan semu. sesaat tanah-tanah produktif kalian berubah menjadi pertambangan, perkebunan besar, atau pusat industri. yang setiap harinya memberikan benih-benih kesengsaraan dan menaburkan aroma pertikaian. mari berpikir dengan benar, siapa yang memberikan kesengsaraan berkelanjutan!
pada tanah yang menolakmu !














Komentar