Tanggul itu hanya menahan sementara

14 January 2012 | celoteh oleh

Jan
14

Lagi, tambang menjadi penyebab terganggunya proses pendidikan. Tanggul jebol ini pun menjadikan warga harus dievakuasi. Penutupan tambang pun hanya sekedar ancaman. Entah apakah sudah ada perbaikan AMDAL yang diinginkan oleh wakil walikota, tapi senyatanya kota ini sudah kolaps, luluh lantak, dan tanpa walikota.

Bikin perahu, sebuah kekalahan Gubernur untuk memimpin provinsi ini. Wilayah ini terus bergerak, menuju titik terendahnya. Warga semakin tak terjamin keselamatannya. Kehidupan keseharian dipenuhi dengan kekhawatiran. Penderita tekanan darah tinggi semakin meningkat, belum termasuk penyakit saluran pernapasan, kulit dan pencernaan.

Tanggul-tanggul dibangun di sekitar tambang, menjadi sebuah ancaman tersendiri. Kejadian Situ Gintung, bisa jadi terulang di kota ini. Simpang Pasir hanyalah sebuah peringatan kecil. Masih banyak tanggul-tanggul lain, yang pada waktunya juga akan mengalir deras ke kawasan di bawahnya. Tanggul-tanggul itu, hanya untuk menahan sementara waktu.

Tidak adanya pengawasan pelaksanaan AMDAL. Tidak seriusnya menyusun dokumen AMDAL. Belum adanya kajian lingkungan hidup strategis, yang dibuat secara benar. Tiadanya pengawasan dan pembinaan terhadap kawasan-kawasan yang mengancam kehidupan. Hingga dikeluarkannya perijinan untuk seluruh kawasan kota, menjadi sebuah konspirasi antara pejabat pemerintah dengan pemilik modal. Mereka telah bersepakat untuk ‘membunuh’ warga kota ini. Dan keping recehan dihamburkan, menjadi garda depan untuk membela berlangsungnya penghancuran. Saatnya, kota ini tak akan lagi mampu bangkit dan bertahan, lalu kemudian menjadi tiada !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2012. Tanggul itu hanya menahan sementara. http://timpakul.web.id/tanggul-itu-hanya-menahan-sementara.html (dikutip tanggal 23 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz