tapak tak berbekas
Celoteh pada 14 November 2008 dalam topik khayal [
] -
322 views
kelana dalam sebuah bayang
kisah menebar pada ruang berbeda
satu cahaya kerinduan
bagi secercah nafas yang mendera
aku diam
di satu waktu yang tak ingin berhenti
aku menanti
sebuah aras tak berujung
aku bisu
merangkai kata tanpa makna
raut jasad putih menjauh
perlahan tanpa berbalik arah
lengkingan suara itu masih berada
di gendang telinga yang lelah mendengar
aku tak rasa
pada akal terus bergejolak
aku tak berkata
mengiringi gumam nyanyi sunyi
aku tak mendengar
segaris tapak tak berbekas
[081114]
:: ingatan meredam masa di khao yai
Blogmark: Technorati | Feedster | Bloglines | Lintas Berita | Del.icio.us | Digg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

![Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. [Pasal 28F UUD 1945]](http://timpakul.web.id/wp-content/themes/mimbo/images/t-info.png)







bagus puisinya….
DJ emang kacau blakangan boss
hendris last blog post..Akhirnya UP lagiā¦
[Reply]
bagus puisinya….
DJ emang bermasalah blakangan boss
[Reply]
Mantep pak !!!!
contact saya pak
ym : rian_fr_smd
Ada communnity blogger samarinda gak pak ?
[Reply]
jar urang jawa puisi pian ini dalem banget. pa kabar sungai karang mumus?
to paluhlimbuy: sama pertanyaanku jua itu, setahuku ada aja pang tapi anggotanya kebanyakan sudah menjadi selebritis blog, pina ngalih handak menagur kita-kita yang masih ingusan ini. sampai limbuy paluh menyasahi bubuhannya tu, mana kada diheraninya jua.
dedens last blog post..Trackback = Berkomentar Jarak Jauh
[Reply]