tentang timpakul
timpakul merupakan seseorang yang ingin membagikan pemikirannya melalui berbagai ruang yang dimiliki. timpakul mencoba mengurai keruwetan kerangkan berpikir dalam kondisi indonesia yang masih sangat jauh dari mimpi dan cita. timpakul dapat dihubungi melalui email: timpakul[at]hijaubiru.org.
kilas
blog timpakul merupakan pengembangan dari hijaubiru dot org. hijaubiru dot org dibangun pertama kali pada bulan september tahun 2001, yang ketika itu bermula dari sebuah keinginan menghadirkan informasi aktual tentang lingkungan hidup kalimantan timur. namun dalam perjalanannya ternyata bukanlah mudah untuk merangkul berbagai lembaga untuk berbagi informasi. berbagai hambatan yang dihadapi akhirnya membuat wadah ini akhirnya harus berubah menjadi sebuah wadah berbagi pengetahuan guna membangun gerakan lingkungan hidup.
mengapa timpakul?
timpakul adalah binatang tepi sungai maupun laut yang hidup di tanah berlumpur, membuat lubang sebagai sarang. bentuknya mirip dengan ikan, walau sirip depannya lebih difungsikan sebagai kaki. timpakul diambil sebagai icon dari website ini karena ia merupakan hewan yang hidup di dalam kubangan lumpur, mampu bertahan hidup diantara polutan, serta selalu diabaikan oleh manusia.
apa dan bagaimana timpakul?
timpakul (Periophthalmus spp.) atau ikan tembakul merupakan jenis ikan yang termasuk ke dalam famili Gobiidae (Gobies), subfamily Oxudercinae, Ordo Perciformes (perch-likes) dan Kelas Actinopterygii (ray-finned fishes). Terdapat lebih dari 35 spesies dari satwa yang sering disebut Blodok atau Belodok atau sering disebut dalam bahasa lokal sebagai gabus laut, diantaranya adalah Pseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis, Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus argentilineatus, Periophthalmus barbarus, Periophthalmodon schlosseri, Periophthalmus argentilineatus dan Periophthalmodon schlosseri.
Informasi lebih lanjut tentang timpakul bisa melihat di: http://id.wikipedia.org/wiki/Timpakul.
Informasi tambahan tentang timpakul:
- Peribahasa dan ungkapan tradisional bahasa Banjar: K-W By H. Ahmad Makkie, Syamsiar Seman
- Pepatah-petitih dalam bahasa Dayak Ngaju By Dunis Iper, Halimah Jumiati, Dagai L. Limin
















Komentar