tergusur di tanah kehidupan

29 August 2008 | celoteh oleh

Aug
29

satu persatu tiang rumah rubuh menghujam tanah bebatuan. excavator meraung diantara bangunan. jerit dan tangisan menggema. pria berseragam, helm pelindung dengan pentungan karet ditangannya sesekali menghujamkan pukulan pada kerumunan orang yang berhamburan.

penggusuran. masih menghias berita pagi hari. beriringan dengan berita ditangkapnya perempuan pekerja seks komersial, bunuh dirinya seorang penjaga keamanan, dan banjir yang melanda negeri. satu persatu tanah-tanah kota dan desa di negeri ini beralih kuasa. pemodal atas nama ruang terbuka hijau, atas nama perkebunan besar kelapa sawit, atas nama pertambangan, hingga atas nama kawasan wisata dan konservasi, menggusur rakyat dari ruang kehidupannya.

rakyat yang kehilangan sumber kehidupannya. tanah, air, hutan. pekerjaan yang selalu tak pernah tercatat dalam catatan statistik negeri. menjaga hutan, berladang tradisional, meramu obat-obatan, ataupun menjadi pedagang kaki lima yang menggerakkan perekonomian negeri.

pemimpin negeri mungkin sedang sakit jiwa dan selalu lupa dengan janji saat kampanye. akan mensejahterakan rakyat, meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan, memberikan perhatian khusus untuk ekonomi rakyat, lalu dilupakan.

lalu, dimanakah ruang kehidupan bagi rakyat negeri ini? apakah negeri ini kemudian hanya bagi mereka yang memimpin negeri? atau hanya bagi kelompok pemodal yang bergelimangan keping emas buah hasil merampok negeri? atau mungkin lebih baik disediakan kubur massal bagi anak negeri yang tersingkirkan oleh pembangunan?

tak penting tergusur di tanah kehidupan !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2008. tergusur di tanah kehidupan. http://timpakul.web.id/tergusur-di-tanah-kehidupan.html (dikutip tanggal 8 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz