tikus bertarung… lumpur terus mengalir…

27 September 2009 | celoteh oleh

Sep
27

dua stasiun televisi menayangkan dialog dengan tema yang sama, “lumpur lapindo”, dengan nara sumber yang beda, termasuk korban lumpur yang beda, satu berkata sudah sejahtera, yang lain bicara masih dalam kesengsaraan.

pertarungan politik dan perebutan kekuasaan, selalu menjadikan rakyat sebagai tumbal. permasalahan lumpur lapindo, hanya menjadi bincang politik menjelang perebutan kekuasaan. mulai dari pemilihan gubernur, anggota parlemen, presiden, hingga ketua partai politik. rakyat pun dipecah-pecah menjadi kelompok-kelompok, yang seolah-olah saling memusuhi dan tak sejalan.

bencana atau bukan, yang pasti telah terjadi penghilangan paksa sumber-sumber kehidupan komunitas. termasuk hilangnya tatanan sosial yang telah terbangun puluhan tahun. dan di dalam penanganannya, terlalu banyak kelambanan yang disengaja. banyak alasan yang diurai, tapi tak terlalu penting untuk dijawabnya.

enam triliun rupiah disebut sebagai kebaikan. seorang budayawan pun ikut menanyakan apa salahnya lapindo hingga mau memberikan rupiah. seolah berkata “dia tak salah, tapi masih berbaik hati untuk memberi“. semua kemudian lupa. ada yang hilang dalam sejarah.

java bisa jadi memang collaps. tapi kolapsnya dipercepat dengan hadirnya begitu banyak industri migas di kawasan permukiman dan padat penduduk. bahkan di ujung timur jawa, akan digali tepat di alun-alun kota.

lalu, untuk siapakah para penguasa itu bertarung? adakah bagi kesejahteraan rakyat? yang bisa jadi mereka pun tak pernah memahamkan untuk apa negara ini dimerdekakan. dan bisa juga, sebuah sejarah kekuasaan mereka telah membutakan mereka akan semangat kekeluargaan yang dibangun saat melawan penjajah. karena hari ini, mereka justru bersetubuh dengan para penjajah.

pada tikus yang bertarung !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. tikus bertarung… lumpur terus mengalir…. http://timpakul.web.id/tikus-bertarung-lumpur-terus-mengalir.html (dikutip tanggal 8 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz