proyek-proyek peninggian jalan berlangsung di akhir tahun. jalan-jalan yang biasa terendam oleh genangan air, mulai ditinggikan. penggunaan beton sebagai badan jalan semakin digemari. entah mengapa, aspal tak lagi digunakan.
meninggikan badan jalan memang akan menghindarkan banjir di jalan. tapi tetap saja, air akan menggenangi perumahan di sekitarnya. bukan semata masalah penanggulangan di bagian hilir, tapi jauh lebih penting menyelesaikan permasalahan di bagian hulu.
hilangnya kawasan tangkapan air, kawasan rawa dan perbukitan berhutan, menjadi penyebab utama genangan air di kota kayu. tak dapat dihindarkan, ketika bukit dibedah untuk diambil bebatuan hingga batu bara, dan rawa di urug menjadi perumahan, yang tersisa hanyalah bencana.
pemerintah sudah makin lupa dengan teori kehidupan. yang dikejar hanyalah pundi-pundi kekayaan dan eksistensi diri. menaiki tangga popularitas, sembari menumpuk jelaga kematian. pemimpin kota tak jua sadar bahwa dia lah yang menyebabkan bencana. masih dengan bodohnya berkata, “itu karena alam berkehendak“.
pada jalan yang ditinggikan !












