Kebun Buah

30 November 2011 | by | celoteh

Nov
30

Sirsak

“Biasanya satu pohon rambutan ini bisa mendapat dua juta rupiah. Kalau cempedak bisa sampai empat juta rupiah.” ujar Pak Komari. Saat ini, rambutan sudah mulai memerah. Cempedak mungkin masih harus sabar menunggu. Durian, akan di panen di akhir bulan mendatang. Pak Komari seharusnya sudah bersantai sambil sesekali mengerjakan sawah. Tapi tahun ini, ia dan istrinya…

4 Comments »

Jakarta 0065

29 November 2011 | by | celoteh

Nov
29

Mungkin terlalu banyak yang melupakan sebuah dokumen Jakarta 0065. Lalu kemudian menjadi penting untuk membaca dokumen “Rekayasa Merawat Neoliberalisme” yang ditulis oleh Yanuar Nugroho. Teknologi informasi memang berwajah dua. Kekuasaanlah yang mengendalikannya. Apakah kekuasaan itu sekedar kekuasaan politik hari ini? Bukan, karena kekuasan itu adalah kekuasaan ekonomi dunia. Indonesia menjadi penting dalam persilangan kepentingan. Sebagai…

No Comments »

Mari Menanam, Siapa yang Merawatnya ?

28 November 2011 | by | celoteh

Nov
28

“Kalau sudah tertanam satu miliar pohon, lalu siapa yang akan merawatnya?” tanya seorang kawan. “Tak perlu khawatir, akan ada Club Merawat Pohon“. “Kalau begitu, akan ada juga Club Memanen dong?”. “Pastinya… “. Gerakan Menanam Pohon sepertinya sudah mulai menjadi acara seremoni yang tak henti. Ada Hari Menanam Pohon Indonesia, ada Gerakan Menanam Satu Orang Satu…

4 Comments »

Satwa dan Kebebasannya

25 November 2011 | by | celoteh

Nov
25

“Itu ecofasis donk, kok satwanya yang diutamakan” ungkap seorang kawan. Bisa jadi ia benar. Hanya mengutamakan satwa bisa jadi menyingkirkan kehidupan warga. Apalagi perundang-undangan negeri ini juga menempatkan warga sebagai gangguan bagi keberlanjutan kawasan konservasi. Cukup banyaj kajian dan penelitian yang menyatakan bagaimana alam, satwa-puspa dan warga berinteraksi. Ketiganya berada dalam ruang harmoni, hungga kemudian…

No Comments »

#NongkrongSastra

15 November 2011 | by | celoteh

Nov
15

#NongkrongSastra

Jumat malam, 11.11.11. Taman Menteng, sebuah taman yang merupakan wadah dilakukannya penggusuran terhadap warga yang berkehidupan di ibukota negeri. Terlalu begitu banyak orang yang menggunakannya untuk membagi rasa. Sebagian sibuk untuk melatih kemampuan diri dengan menguras keringat. Sebagian harus berkeringat bersama dengan pasangan yang diharapkannya setia. Sekelompok orang. Kesehariannya penuh dengan kata amarah. Malam itu,…

No Comments »