Archive for ‘explore’

October 12th, 2009

akhir peradaban email

Email has had a good run as king of communications. But its reign is over. [Vascellaro - WallStreetJournal]

saat ini dunia maya tengah mendekati akhir peradaban email. sistem komunikasi elektronik yang membantu kerja, akhirnya beralih ke situs jejaring sosial ataupun layanan dokumen online. menunggu jawaban tak lagi harus berharap berhari-hari. dan berbagi dokumen pun bisa langsung dilihat dan koreksi secara bersama-sama.

In August 2009, 276.9 million people used email across the U.S., several European countries, Australia and Brazil, according to Nielsen Co., up 21% from 229.2 million in August 2008. But the number of users on social-networking and other community sites jumped 31% to 301.5 million people. [Vascellaro - WallStreetJournal]

mekanisme kerja dengan kantor maya menjadi pilihan bagi para pekerja. bekerja di cafe ataupun tempat umum, bahkan di sarana transportasi sudah bukan lagi menjadi barang aneh. beberapa lembaga pemerintah pun mulai mengaplikasikan kantor maya ini. harusnya, pelayanan publik akan menjadi lebih efektif dan efisien.

perubahan teknologi informasi yang berjalan begitu cepat, tak dapat diikuti dengan hanya menunggu. remah-remah informasi yang bertebaran harus dituang dalam bangunan berpikir anak negeri. sejak pendidikan dasar, minat dan keinginan untuk menggali pengetahuan dengan bantuan teknologi informasi mestinya bisa dibangun dan diperkuat.

ranah perubahan cepat bisa saja terjadi esok pagi. setiba-tibanya terbangun sistem kenegaraan yang baru, sistem bekerja dan beraktivitas yang baru, hingga sistem berkehidupan yang baru. tantangannya adalah bagaimana kemudian bumi ini tetap cukup untuk triliunan makhluk yang berkehidupan padanya.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Tags:
September 25th, 2009

Blog Action Day 09: Climate Change

Perubahan Iklim berdampak pada kita semua dan semakin mengancam lingkungan. Perubahan iklim juga menyebabkan kelaparan, banjir, peperangan, dan jutaan pengungsi.

Karena pentingnya isu perubahan iklim dan pertemuan internasional untuk negosiasi iklim di Copenhagen bulan Desember nanti, kami berpikir para blogosphere memiliki peluang unik untuk memobilisasi jutaan orang di dunia untuk mendorong adanya solusi berkelanjutan untuk mengatasi krisis iklim.

15 Oktober 2009. para blogger dapat menuliskan apa saja terkait dengan inovasi dan inspirasi untuk mengatasi krisis iklim. bisa tentang teknologi bersih, kesehatan anak-anak dan kehidupan sehari-hari, kemiskinan dan konflik, desain ramah lingkungan, perubahan kawasan akibat perubahan iklim, atau tentang apapun yang terkait dengan perubahan iklim.

* celoteh ini merupakan terjemahan bebas dari www.blogactionday.org

berikut daftar blogger indonesia yang sudah mendaftar:

saatnya menyuarakan keadilan iklim !

September 17th, 2009

auto cross posting micro-blog

lagi mengeksplorasi melakukan auto-cross-posting antar micro-blogger. nemu plugin untuk ping.fm [ atau pakai yang ini ], akhirnya dicoba. sebelumnya menggunakan post to twitter dan melakukan setting di twitter agar langsung terposting di FB.

melakukan proses otomatis antar jejaring sosial ini, memang bisa jadi mengabaikan untuk melihat apalagi membaca status kawan. tapi ini dilakukan untuk mempercepat dan mempermudah penyebaran celoteh yang dikeluarkan. tak perlu terlalu banyak energi untuk melakukan, bila memang sistem dapat menjadikannya mudah.

pada auto cross posting !

September 17th, 2009

lokal dan un-lokal

dulu mereka tak mau belajar internet, sekarang mereka pada pakai FB dan nge-twit” ujar seorang kawan.

fenomena jejaring sosial semakin menggila. kemudahan yang ditawarkan, ditambah dengan sedikit asupan gaya hidup, menjadikan situs jejaring sosial menggurita. mulai dari FB dan twitter menjadi idola. bahkan dalam iklan telepon seluler pun, aplikasi ini sepertinya sudah menjadi keharusan. mereka mulai jarang mengunjungi friendster, multiply, myspace, ataupun plurk.

Sudah saatnya bergabung dalam komunitas jejaringan sosial seperti kombes.com dapat bertemu dengan teman se-indonesia. Dengan berbagai macam aplikasi untuk berintekrasi secara online seperti : chat room, im chat, forum, sharing video/audio, social bookmarking dll. Ayo kita ramaikan FacebookNya Indonesia. [kombes.com]

fenomena lain adalah kelahiran laman jejaring sosial dengan rasa lokal. mulai dari sekedar kenalan atau koprol, hingga menjadi kombes (baca: bukan komisaris besar). rasa lokal yang ditawarkan terkadang masih harus mengekor pada kesuksesan laman jejaring sosial yang telah lahir sebelumnya. berlomba-lomba meraih pertemanan dalam sebuah laman. walau masih selalu ada kekurangan dalam pengembangannya, misal untuk pengguna telepon seluler ataupun untuk sekedar mengetahui status terbaru melalui layanan pesan singkat.

fenomena web 2.0 telah mengarahkan pada terbangunnya sosial-maya. hubungan komunikasi dilalui pada sebuah aliran elektronik. tak lagi bertemu di dunia nyata. bahkan telah ada beberapa permainan yang menjadikan kehidupan kedua. masih perlu ditunggu kehadiran web 3.0, dimana interaksi benar-benar telah menjadi nyata. dengan pertautan yang lebih menyerupai kehidupan alam.

pada lokal dan un-lokal !

September 5th, 2009

gagal teknologi

“pak wali kalo jawab sms itu, ‘dikopi, ok’” celoteh seorang kawan.

benarkah sebuah teknologi akan mampu melakukan penetrasi secara alamiah? ataukah memang diperlukan sebuah upaya agar terpapar dengan luas? titik dimulainya dari mana, apakah dari atas ataukah dari bawah?

bila pemimpinnya sangat tidak familiar dengan teknologi terbaru, menjadi sukar untuk melakukan pengembangan agar terjadi efisiensi dalam sebuah sistem. apalagi kalau kemudian ketertutupan yang terjadi. bila tetap diberikan ruang, tentunya masih terbuka sebuah asa agar dapat dilakukan pengembangan penggunaan teknologi.

“server itu dibawa ke kota ini menggunakan pesawat, untuk mengkompilasi laporan antar daerah” ujar kawan tentang perilaku pejabat pusat yang berharap akan ada proyek berikutnya.

kegagalan teknologi bukanlah pada hardwarenya. yang utama adalah pada brainwarenya. bila pengguna ternyata sangat ingin adanya sebuah efisiensi, maka terjadilah. namun bila pengguna yang menghambat pengembangan penggunaan teknologi, maka akan semakin tertinggal dan hilangnya harapan akan efisiensi.

pada tahun mendatang, provinsi ini berharap menerapkan kantor maya. walau masih banyak pejabat yang belum familiar dengan teknologi informasi, termasuk untuk penggunaan telepon seluler. namun ini harus dimulai, termasuk untuk membangun sistem kependudukan dan jaminan sosial yang lebih dimudahkan oleh teknologi. hingga pada satu waktu, pemilihan umum akan berlangsung menggunakan e-vote.

pada gagal teknologi !

September 2nd, 2009

openSUSE… nggak bikin suse kok !

kamu kelola website linux samarinda ya?” ujar seorang kawan pada suatu waktu. “belum ngerti nih”. “ya nggak apa-apa, ntar belajar sama-sama“.

menggunakan open source tak membuat repot. saat di awal masih menggunakan knoppix, karena live CD dan nggak perlu penginstallan. sebelumnya menggunakan si topi merah, dan gagal beberapa kali dalam membuatnya terinstall. akhirnya, mulai ramai perbincangan tentang Ubuntu. menginstallnya hampir sama dengan cara menginstall micr*$*ft. sekali boot dari cd, klik-klak-klik, jadilah. bahkan ada yang memberikan DVD installernya secara gratis (cuma bayar ongkos kirim).

tak terlalu lama menggunakan ubuntu, dan tak terlihat aneh dengan orang lain, akhirnya dapat info tentang opensuse. proses penginstallan berjalan lancar. dan tak lagi menggunakan dual boot. dengan perangkat lunak yang lengkap untuk kebutuhan beraktivitas. ada kendala sedikit dan harus bertanya pada tuan google. kalau sudah sangat bingung, nanya aja ke KPLI Samarinda.

di negeri ini juga ada komunitasnya. nongkrongnya di http://opensuse.or.id/ (juga disini). karena ada juga pegiatnya yang setia untuk memberikan pengetahuannya di milis. kalau sudah mentok, yang berani mencoba-coba. keberuntungan yang didapat di opensuse adalah proses update dan install perangkat lunak yang hanya klak-klik. dapat diakses di kumpulan software ataupun di webpin.

gile grafisnya. ngalah-ngalahin punya gue” ujar seorang kawan saat melihat tampilan di layar komputer jinjing ini. “belum di modif kok, ini default”. “masa sih?

menggunakan openSUSE ternyata banyak mempermudah aktivitas. nggak repot nyari-nyari driver perangkat keras. saat seorang kawan mengirimkan berkas dengan format w*rd terbaru, tak terlalu sulit untuk membukanya dengan menggunakan openOffice. presentasi pun tak kalah dengan macOS. saat ingin membuka file-file grafis, inkscape menjadi pilihan. kalau hanya sekedar menggambar vector ataupun mengedit foto, tak terlalu sukar. dan yang terpenting, virus menjadi tak mengganggu.

menggunakan openSUSE juga memaksa untuk belajar. menggali hal-hal yang baru. bertanya dan berdiskusi. mengeksplorasi bersama. pilihan sederhana sebenarnya untuk menggunakan openSUSE adalah agar terus belajar dan menggunakan otak untuk bekerja. agar tak menjadi kram ataupun terbodohkan dengan kemudahan yang diberikan perangkat lunak berbayar.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Tags:
September 2nd, 2009

parang maya

Parang-maya, yaitu orang yang kena mati badan separo, atau leher seakan-akan ada bekas luka, atau tangan mendadak tak bisa bergerak, atau badan biru, tangan sepotong. [Forum Palangkaraya]. Parang maya adalah seperti senjata tajam tapi tidak bisa dilihat oleh mata, cuma orang yang kena Parang maya saja yang merasakan kehebatan parang maya [Nadiaztonama-Sengkotek]

pertempuran dalam dunia maya kembali berlangsung. nyaris 100 situs milik negeri tetangga dilumpuhkan. pertarungan yang tak terlihat ini, hanya meninggalkan jejak-jejak kehancuran.

dalam catatan budaya, parang maya merupakan cara yang digunakan untuk melumpuhkan lawan, yang dilakukan oleh kelompok suku di Kalimantan. dengan parang yang tak terlihat (maya), musuh yang menjadi sasaran tiba-tiba meninggal dunia. pertarungan-pertarungan seperti ini yang juga banyak tercatat dalam dongeng, ataupun cerita turun-temurun dalam budaya negeri ini.

namun, satu persatu cara melawan seperti ini cenderung menghilang. seiring dengan masuknya budaya agama. juga ketika alam tempat berkehidupan harus berubah. ikatan spiritual komunitas dengan alamnya kemudian menjadi terputus. tak heran kemudian, banyak sekali pertarungan untuk mempertahankan kawasannya dari ‘jarahan’ penjajah kaum pemodal, harus kalah dalam pertarungan.

parang maya, bisa menjadi alternatif pertahanan semesta negeri ini. karena sudah jelas, dari persenjataan saja, militer negeri ini sangat jauh dari kecukupan. walau bisa jadi, pertarungan gerilya tetap mampu dimenangkan, seandainya masih ada kawasan berhutan. karena pasti sulit untuk bergerilya di perkebunan sawit, kebun akasia ataupun di kawasan pertambangan.

nasionalisme yang tergugah saat benda budaya diklaim oleh negeri tetangga, harusnya lebih meningkat pada sebuah semangat nasionalisme untuk mempertahankan cita-cita kemerdekaan. mewujudkan kesejahteraan melalui ekonomi kerakyatan, melakukan nasionalisme industri dibawah kontrol rakyat, serta mempertahankan aset-aset alam untuk kepentingan antar generasi. bukan sekedar untuk menunjukkan merah putih di dada, ataupun kibaran bendera merah putih di pekarangan.

pada parang maya !

September 1st, 2009

open source: sebuah perlawanan

open source atau sumber yang terbuka. bergerak dari keinginan belajar. ketika perangkat lunak komputer masih dikuasai oleh dua pemain besar, pembangunan sistem operasi alternatif dimulai. dan ini kemudian mendorong lahirnya gerakan berbagi pengetahuan, dengan membuka sumber kode, yang dapat digunakan dan dimodifikasi oleh lebih banyak pengguna.

open source tak semata sebuah kegenitan. untuk tampil beda dengan yang lain. gerakan ini justru lebih mendorong lahirnya kreatifitas dan inovasi. sebuah kesadaran bahwa pengetahuan tak akan mampu berkembang bila dikerangkeng dalam sebuah kotak.

dengan fasilitas yang minim, dan sebuah keterbatasan, namun diwarnai dengan begitu melimpahnya imaginasi. perangkat lunak baru terlahirkan. menembus batas-batas yang tak dimungkinkan pada waktu lalu. infrastruktur pendukung yang tak memadai bukanlah belenggu.

open source juga wujud sebuah penghargaan terhadap buah pikir. tak terlalu penting aliran keping emas. eksistensi lebih dipertaruhkan didalamnya. menghasilkan sesuatu yang dipergunakan oleh lebih banyak manusia, memberikan kepuasan yang jauh lebih besar, dibandingkan harus berkutat dengan gerak modal dan debat di pengadilan. legal, jauh dari kekhawatiran digugat karena menggunakan perangkat lunak bajakan.

negeri ini, dengan begitu melimpah aset, masih mengkerangkeng diri dalam pusaran bisnis perangkat lunak. ruang kecil saja yang diberikan, akan menjadi hentakan besar alunan gerakan open source. sudah tercatat dalam beragam publikasi, negeri ini adalah negeri penembus keamanan komputer yang harus diperhitungkan.

memberikan ruang kreasi bagi pegiat open source, semisal dalam membangun perangkat lunak layanan publik ataupun perangkat lunak bagi pendidikan, akan memberikan penghematan luar biasa bagi anggaran rakyat. lahirkan generas-generasi bersemangat dengan membangunkan jalan pikir yang sistemik.

anak negeri masih menginginkan kebebasan. anak negeri juga butuh ruang untuk menunjukkan eksistensi dirinya. pelayan publik (baca: pemerintah) harusnya tak menyediakan borgol dan penjara bagi mereka. berilah sebuah taman bermain dengan perangkat keras yang tak harus mahal, serta jejaring internet yang murah. agar terbangun satu generasi yang mencerdaskan negeri.

open source, merupakan bangunan sebuah perlawanan. melawan kepada pembunuhan imaginasi. melawan terhadap kematian kreatifitas. melawan untuk membangun kecerdasan kolektif. dan berjalan menuju pencapaian cita-cita kemerdekaan negeri.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Tags:
August 6th, 2009

komunikasi yang aneh

saya kan juga blogger, liat aja tulisan saya di kompasiana” ujar seorang jurnalis.

memang semakin banyak yang mengakui dirinya sebagai seorang blogger. apalagi bila sedang ada acara kumpul blogger. tak ada yang salah dengan ini. bahkan lebih baik, karena akan semakin banyak yang menyatakan diri sebagai seorang blogger.

jurnalis dan blogger, tak jauh beda. keduanya melaporkan apa yang disaksikan. dan tak jauh menariknya model menulis para blogger, yang kadang jauh lebih baik dibandingkan gaya menulis seorang jurnalis yang dibebankan tiga tulisan setiap hari dan sedang dikejar-kejar dengan deadline.

menjelang perhelatan kumpul blogger. banyak sekali moda komunikasi yang aneh. terbayang bahwa ini adalah acara para blogger, sehingga model komunikasi via layanan online akan jauh lebih efektif. namun, ketika mengirim pesan lewat form kontak, tak jua dibalas. ketika dikirimi sebuah email, belum jua dibaca. ketika pesan singkat terkirim, “nanti saya jawab ya“. ketika ditelepon, “saya lagi sibuk, sebentar saya telepon lagi“.

blogging memang dunia yang aneh. konsultan komunikasi mulai melihat ini sebagai sebuah ruang baru untuk memperkuat komunikasi client. kedutaan besar asing bisa jadi menganggap ini wilayah yang bisa dihegemoni. walau kadang aneh, kok bisa ya ada yang disebut top-blogger?

dikomentari atau tidak sebuah tulisan di blog, bukanlah sebuah indikator bagi menarik tidaknya sebuah tulisan dalam blog. dikunjungi atau tidak sebuah blog, bukan berarti dia kemudian bukan seorang blogger. banyaknya banner iklan pun, bukan indikator seorang blogger. lalu, bagaimana sebaiknya seorang blogger? sederhananya, blogger adalah seorang yang mengidentifikasikan dirinya seorang blogger, bukan sebagai seorang jurnalis, bukan pula seorang konsultan komunikasi, apalagi sebagai pedagang asongan.

pada komunikasi yang aneh !

March 25th, 2009

vOffice

membangun kantor di dunia maya. sebuah sistem kerja yang akan terbangun pada waktu kemudian. sejauh jejaring dunia maya masih bisa tersambungkan, maka bekerja bersama melalui dunia maya bukanlah hal yang tak mungkin.

muldai dari eyeOS hingga OpenGoo ataupun Google dapat digunakan untuk membuat dan mengelola dokumen secara bersama. sedangkan untuk memetakan pikiran, akan terbantu dengan menggunakan mind42 ataupun mindmeister.dan untuk melakukan promosi, tersedia jejaring MukaBuku yang telah menggeser berbagai social networking yang telah terbangun sebelumnya. makin mudah melangkah, dan mencoba mengeksplorasi dunia tanpa beranjak dari depan perangkat elektronik.


Rss Feed Tweeter button Technorati button Reddit button Linkedin button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button