timpakul mahalabiu

menjadi minoritas itu pilihan !

Arsip untuk kategori ‘khayal’

jejak yang tersapu kembali terlihat

Celoteh Ade Fadli • 4 Jan 2010 • Kategori: khayal

jejak-jejak kecil yang tersapu kembali terlihat
pada bulir masa yang terus bergerak
aura buliran nafas waktu masih berhembus
panasnya jiwa dalam dingin malam
jembatan nadi yang pernah diruntuhkan
tak lagi terlihat di jelaga hati
alur air yang menetes membahasi
pun mulai mengembun
jejak-jejak kecil yang tersapu kembali terlihat
rona hitam pekat mengganti selaput
pada detak detik yang tak berhenti
sejuknya jiwa menyerap ke balik kulit
tembok besar [...]



berjalan pada jelaga

Celoteh Ade Fadli • 23 Dec 2009 • Kategori: khayal

panas tak lagi membakar
debu pasir menghitam
jelaga bersetubuh dengan waktu
diam
celoteh tak perlu lagi
ujar
hanya bila setuju
hembus nafas itu
masih dalam keping nadi
ruam pekat masih bersisa
aku
berjalan pada jelaga
[091223]
:: berhentilah berpikir



labirin

Celoteh Ade Fadli • 14 Nov 2009 • Kategori: khayal

kemana arah
semua tertutup dinding
kelam
kelabu pun menggantung
langkah tak berjejak
meraba perlahan
cahaya pernah hadir
hanya angan jadi peta
yang mungkin tak membawa
pada pintu harapan
[091114]
:: labirin



tiga tiga tiga satu satu

Celoteh Ade Fadli • 3 Nov 2009 • Kategori: khayal

“Kau kah itu, yang menghadirkan pelangi kala senja mengharap cemas. Lalu semburatmu perlahan menjawab tanya, karena cinta membebaskan untukmu-untukku”
“aku kangen, teramat kangen. lumatan bibirmu, ceritamu, keresahanmu dan semua tentangmu karena aku mencintaimu sangat…..”
sangperempuan – 091103



tuhan tidak tuli kawan

Celoteh Ade Fadli • 20 Sep 2009 • Kategori: khayal

lima kali sehari
suara itu memekakkan telinga
tapi aku tak mendengar apa-apa
selain celoteh yang merusakkan gendang telinga
kosong … sepi … hanya teriakan tanpa makna
mungkin tuhan tuli
dan tak mampu lagi mendengar kata hati
hingga ayat-ayatnya harus diperdengarkan dari ujung corong rumah ibadah
yang tak lebih baik dibandingkan kaleng rombeng
bisa jadi tuhan mulai budeg
hingga perlu alat pengeras suara agar tuhan bisa [...]



diam gumam

Celoteh Ade Fadli • 17 Sep 2009 • Kategori: khayal

mereka diam
hanya bisa berdiam
bergerak pun tidak
ponton bermuatan penuh batubara mengaliri sungai coklat
riak air mengoyang jamban tua di tepinya
emas hitam kelam potret kehidupan
berikan keping emas pada penguasa
hanya sisakan keping bencana pada mereka
mereka berguman
hanya bisa bergumam
menggeliat pun tidak
ponton berisikan kayu bulat lurus panjang tak lagi terlalu sering dilihat
kabarnya minggu kemarin adalah pohon durian terakhir yang ditebang
bukan [...]



tanah harapan

Celoteh Ade Fadli • 7 Jan 2009 • Kategori: khayal

petarungan ruang kehidupan terus terrjadi. tanah kehidupan yang dipenuhi dengan keinginan akan sebuah kesucian. darah dan air mata terus mengalir.
akankah semakin sempit tanah kehidupan terus semakin menghilang. dan akan semakin sedikit benih kehidupan yang akan mampu bertahan.
ruang semakin menyempit. ataukah makhluk yang semakin cepat bertumbuh. persinggungan melahirkan kompetisi tanpa pengadil. 15% dari makhluk bernama [...]



lembaran baru yang tak putih

Celoteh Ade Fadli • 29 Dec 2008 • Kategori: khayal

celoteh memanggil di pagi hari
corong di ujung jalan memekak telinga
pagi baru pada lembaran baru
yang tak lagi putih
[081229]
:: dalam lembaran baru yang tak putih



hiatus !

Celoteh Ade Fadli • 16 Dec 2008 • Kategori: khayal

hiatus [w]. berhenti sejenak di simpang jalan. menantikan arah yang akan dituju, hingga mentarijingga berada di ufuk timur mengawali hari di tahun yang baru.
mungkin satu detik. bisa jadi satu jam. atau bahkan satu hari. semoga tak lebih dari satu tahun. terimakasih pada sebuah kesabaran mengurai imaginasi bumi.
biarlah bocahalas si tukangsate ber-damaihati di simpangtiga yang [...]



imaginasi bumi: menebar benih kehidupan baru di simpang jalan

Celoteh Ade Fadli • 12 Dec 2008 • Kategori: khayal

tangisan alam tak pernah lagi mampu terdengar. diantara hiruk-pikuk gemerincing keping emas. menghilangnya urat kehidupan tersapu tanah yang tak lagi topang kehidupan.
imaginasi bumi. membongkar tradisi. mengurai kerapuhan. keluar dari kotak pandora yang tak pernah berujung. berharap ada cercah mentarijingga sebelum peraduan putih menyambutnya.
benih kehidupan baru di simpang jalan. memilih arah bagi lompatan sang waktu. [...]



Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes