2012

31 December 2011 | by | khayal

Dec
31

Titik balik peradaban Pada waktu yang takkan kembali Emisi terus bertaburan di stratosfer Energi berlanjut dikuras dari kerak bumi Perlombaan itu belum usai Bali.. Poznan.. Copenhagen.. hingga Durban Tanpa perubahan tak ada komitmen baru Protokol Kyoto usailah Negara industri terus mengangkangi ibu bumi Anak generasi kehidupan hanya mampu berharap Dalam ruang hampa tak berjelaga Pada…

1 Comment »

apa kabar para #satwa ?

16 November 2011 | by | khayal

Nov
16

eyang @kopzoo

apa kabar kalian para #satwa ? #komodontt #rusamonas #badakjawa #harimausumatera #gajahkalimantan #penyuderawan #harimaujawa #jalakbali #anoasulawesi #badakkalimantan #pesutmahakam apa kabar kalian para #satwa ? sudahkah kalian punya e-ktp :kaliankan perlu identitas sudahkah kalian punya asuransi :kaliankan perlu perlindungan sudahkah kalian punya hutan :kaliankan perlu tempat berteduh apa kabar kalian para #satwa ? masihkah ada air untuk…

No Comments »

REDD (?)(?)

23 October 2011 | by | khayal

Oct
23

pohon uang

REDD. masih menjadi misteri. ketika sebuah kewajiban menjadi sebuah pertukaran. lalu kemudian, dipastikan akan ada yang ditiadakan. hutan, alam, kehidupan. bagi setiap warga bumi sangat mengharapkan keberlanjutan jiwanya. hingga pada waktu akan berdetak untuk terakhir kalinya. REDD. dua buah tanda tanya. skema mekanisme pembangunan bersih, seolah diabaikan. tak menjadi penting bagi pelayan publik. ketika impian…

No Comments »

Jingga, semburat bumi di putaran peradaban

8 February 2011 | by | khayal

Feb
08

jingga

Jingga, 29 Januari 2011 mungkin belum memberi makna bagi dirimu. Tanggal 29 itupun terpilih bukan karena putaran lotre. Tanggal 29 itu bukan pula karena ketidakinginan untuk menjadikan dirimu melalui jalur yang normal. Ada banyak pertimbangan, mulai dari gejolak rahim yang tak terkirakan, menggeliatnya putaran kepingemas, hingga kabarnya 29 merupakan tanggal perlawanan terhadap industri keruk bernama…

No Comments »

kursi

24 December 2010 | by | khayal

Dec
24

kursi

kursi itu tetap menjadi ruang perebutan. tak peduli bagaimana cara dan alat yang digunakan. apalagi ketika kursi itu masih basah tersapu hujan. apalagi ketika kursi itu sangatlah empuk. kursi itu tempat menunggu. menantikan datangnya sesuatu yang baru. arah yang telah diletakkan pada rel, yang sukar untuk dibelokkan. tujuan dan waktu telah ditentukan. kursi ini hanyalah…

1 Comment »