<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>timpakul mahalabiu &#187; khayal</title>
	<atom:link href="http://timpakul.web.id/topik/khayal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.web.id</link>
	<description>menjadi minoritas itu pilihan !</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Jul 2010 07:35:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>jejak yang tersapu kembali terlihat</title>
		<link>http://timpakul.web.id/jejak-yang-tersapu-kembali-terlihat.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/jejak-yang-tersapu-kembali-terlihat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 01:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.web.id/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[jejak-jejak kecil yang tersapu kembali terlihat pada bulir masa yang terus bergerak aura buliran nafas waktu masih berhembus panasnya jiwa dalam dingin malam jembatan nadi yang pernah diruntuhkan tak lagi terlihat di jelaga hati alur air yang menetes membahasi pun mulai mengembun jejak-jejak kecil yang tersapu kembali terlihat rona hitam pekat mengganti selaput pada detak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/jejak-yang-tersapu-kembali-terlihat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>berjalan pada jelaga</title>
		<link>http://timpakul.web.id/berjalan-pada-jelaga.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/berjalan-pada-jelaga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 06:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.web.id/?p=1975</guid>
		<description><![CDATA[panas tak lagi membakar debu pasir menghitam jelaga bersetubuh dengan waktu diam celoteh tak perlu lagi ujar hanya bila setuju hembus nafas itu masih dalam keping nadi ruam pekat masih bersisa aku berjalan pada jelaga [091223] :: berhentilah berpikir]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/berjalan-pada-jelaga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>labirin</title>
		<link>http://timpakul.web.id/labirin.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/labirin.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 14:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.web.id/?p=1930</guid>
		<description><![CDATA[kemana arah semua tertutup dinding kelam kelabu pun menggantung langkah tak berjejak meraba perlahan cahaya pernah hadir hanya angan jadi peta yang mungkin tak membawa pada pintu harapan [091114] :: labirin]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/labirin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tiga tiga tiga satu satu</title>
		<link>http://timpakul.web.id/tiga-tiga-tiga-satu-satu.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/tiga-tiga-tiga-satu-satu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 01:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.web.id/?p=1915</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kau kah itu, yang menghadirkan pelangi kala senja mengharap cemas. Lalu semburatmu perlahan menjawab tanya, karena cinta membebaskan untukmu-untukku&#8221; &#8220;aku kangen, teramat kangen. lumatan bibirmu, ceritamu, keresahanmu dan semua tentangmu karena aku mencintaimu sangat&#8230;..&#8221; sangperempuan &#8211; 091103]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/tiga-tiga-tiga-satu-satu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tuhan tidak tuli kawan</title>
		<link>http://timpakul.web.id/tuhan-tidak-tuli-kawan.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/tuhan-tidak-tuli-kawan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 21:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.web.id/?p=1823</guid>
		<description><![CDATA[lima kali sehari suara itu memekakkan telinga tapi aku tak mendengar apa-apa selain celoteh yang merusakkan gendang telinga kosong &#8230; sepi &#8230; hanya teriakan tanpa makna mungkin tuhan tuli dan tak mampu lagi mendengar kata hati hingga ayat-ayatnya harus diperdengarkan dari ujung corong rumah ibadah yang tak lebih baik dibandingkan kaleng rombeng bisa jadi tuhan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/tuhan-tidak-tuli-kawan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>diam gumam</title>
		<link>http://timpakul.web.id/diam-gumam.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/diam-gumam.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 04:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.web.id/?p=1821</guid>
		<description><![CDATA[mereka diam hanya bisa berdiam bergerak pun tidak ponton bermuatan penuh batubara mengaliri sungai coklat riak air mengoyang jamban tua di tepinya emas hitam kelam potret kehidupan berikan keping emas pada penguasa hanya sisakan keping bencana pada mereka mereka berguman hanya bisa bergumam menggeliat pun tidak ponton berisikan kayu bulat lurus panjang tak lagi terlalu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/diam-gumam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tanah harapan</title>
		<link>http://timpakul.web.id/tanah-harapan.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/tanah-harapan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 04:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/?p=1553</guid>
		<description><![CDATA[petarungan ruang kehidupan terus terrjadi. tanah kehidupan yang dipenuhi dengan keinginan akan sebuah kesucian. darah dan air mata terus mengalir. akankah semakin sempit tanah kehidupan terus semakin menghilang. dan akan semakin sedikit benih kehidupan yang akan mampu bertahan. ruang semakin menyempit. ataukah makhluk yang semakin cepat bertumbuh. persinggungan melahirkan kompetisi tanpa pengadil. 15% dari makhluk [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/tanah-harapan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lembaran baru yang tak putih</title>
		<link>http://timpakul.web.id/lembaran-baru-yang-tak-putih.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/lembaran-baru-yang-tak-putih.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 02:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/?p=1549</guid>
		<description><![CDATA[celoteh memanggil di pagi hari corong di ujung jalan memekak telinga pagi baru pada lembaran baru yang tak lagi putih [081229] :: dalam lembaran baru yang tak putih]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/lembaran-baru-yang-tak-putih.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hiatus !</title>
		<link>http://timpakul.web.id/hiatus.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/hiatus.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 16:01:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/?p=1547</guid>
		<description><![CDATA[hiatus [w]. berhenti sejenak di simpang jalan. menantikan arah yang akan dituju, hingga mentarijingga berada di ufuk timur mengawali hari di tahun yang baru. mungkin satu detik. bisa jadi satu jam. atau bahkan satu hari. semoga tak lebih dari satu tahun. terimakasih pada sebuah kesabaran mengurai imaginasi bumi. biarlah bocahalas si tukangsate ber-damaihati di simpangtiga [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/hiatus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>imaginasi bumi: menebar benih kehidupan baru di simpang jalan</title>
		<link>http://timpakul.web.id/imaginasi-bumi-menebar-benih-kehidupan-baru-di-simpang-jalan.html</link>
		<comments>http://timpakul.web.id/imaginasi-bumi-menebar-benih-kehidupan-baru-di-simpang-jalan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 12:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ade Fadli</dc:creator>
				<category><![CDATA[khayal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/?p=1545</guid>
		<description><![CDATA[tangisan alam tak pernah lagi mampu terdengar. diantara hiruk-pikuk gemerincing keping emas. menghilangnya urat kehidupan tersapu tanah yang tak lagi topang kehidupan. imaginasi bumi. membongkar tradisi. mengurai kerapuhan. keluar dari kotak pandora yang tak pernah berujung. berharap ada cercah mentarijingga sebelum peraduan putih menyambutnya. benih kehidupan baru di simpang jalan. memilih arah bagi lompatan sang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://timpakul.web.id/imaginasi-bumi-menebar-benih-kehidupan-baru-di-simpang-jalan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
