lumpur

29 May 2007 | by | khayal

May
29

sumur bubur lumpur :satu tahun usianya pemodal tetap kuasa pelayan publik dalam cengkramnya :rakyat nikmati derita sumur bubur lumpur :satu tahun berlalu pemodal tak berhati pelayan publik tak bernyali :rakyat tak lagi bisa bermimpi [050729] :: satu tahun lumpur lapindo Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya : Ade Fadli. 2007. lumpur….

No Comments »

777

21 May 2007 | by | khayal

May
21

bencana :lonceng peringatan yang dibunyikan tak pernahkah negeri ini membaca :mungkin karena harga buku masih mahal tak pernahkah negeri ini belajar :mungkin karena sekolah juga masih mahal tak pernahkah negeri ini menjadi benar :mungkin karena kebenaran sangat terlalu mahal tak pernahkah negeri ini mengagungkan kejujuran :mungkin karena harga kejujuran hanya dua ratus ribu rupiah tak…

No Comments »

bangkit

20 May 2007 | by | khayal

May
20

bangkit :dari lembah kemunafikan bangkit :dari relung kepalsuan bangkit :dari jurang kemiskinan bangkit :dari ketidakbangkitan [070520] :: negeri yang enggan bangkit Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya : Ade Fadli. 2007. bangkit. http://timpakul.web.id/bangkit.html (dikutip tanggal 19 May 2012) — timpakul.web.id – @timpakul

No Comments »

heart of the earth

16 May 2007 | by | khayal

May
16

hati bumi gelisah menggundah mempercepat perputaran emisi karbon terperangkap atmosfer kesepakatan tak disepakati mengejar kekayaan hari ini menuai kematian generasi esok hati bumi gelora memanas satu persatu pohon tumbang danau dan sungai mengering lahan basah dan laut tercemari satwa nyanyikan tembang kegalauan dendang rantai gergaji tak henti menumpuk keping emas hari ini memanen bencana esok…

No Comments »

hujan

11 May 2007 | by | khayal

May
11

hujan setetes duatetes bertetes-tetes menumbuk dedaunan mengaliri ranting merayapi batang menyusup di antara akar mengisi rongga sungai di bawah tanah :andai pepopohan itu masih ada hujan setetes duatetes bertetes-tetes menumbuk tanah menutup porinya mengaliri jalan berbatu menelisik di antara relung tertahan menuju muara bergejolak meninggi perlahan satu centimeter satu desimeter satu meter selokan tak lagi…

No Comments »