kepik kecil di ranting meranti

28 August 2006 | by | khayal

Aug
28

kepik kecil di ranting meranti di tepi sehelai daun terakhir kuning kehijauan diam kaku menghela hari baru lengking owa belum jua terdengar hembusan angin pagi tak menggetarkan jiwanya embun setetes pun tak hadir basahi tanah merah-kuning negeri cercahan cahya mentarijingga hangatkan kebekuan hati : tak ada lagi tempat berkehidupan [060828] :: hilangnya negeri jamrud khatulistiwa…

No Comments »

mentarijingga di ufuk utara

27 August 2006 | by | khayal

Aug
27

pasir putih tak lagi bersih tetesan air tanah membasah jeritan riang cerucuk macaca menjelajah pagi :mentarijingga di ufuk utara desakan pohon beton himpitan kuda besi geliat langkah pekerja awan pabrik melapis sinar :mentarijingga di ufuk utara bekantan di dinding kaca etalase hamparan mangrove terakhir pulau sedimen akan segera hilang timpakul bercengkerama di tepi pelabuhan :mentarijingga…

No Comments »

langkah

21 August 2006 | by | khayal

Aug
21

[1] bentang alam ruang nurani :langkah kebersamaan [2] percik jiwa desir hati :langkah kesucian [3] titik perhentian garis pengharapan :langkah kebimbangan [4] jejak kemarin bayang impian :langkah keinginan [5] hampa diri urai cita :langkah pengharapan [6] berhenti ia dalam keraguan :tak lagi ada langkah [060821] :: gejolak langkah mentarijingga Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak…

No Comments »

rantai jiwa

20 August 2006 | by | khayal

Aug
20

langkah terhenti dalam perjalanan penghidupan impian terbelenggu pilihan :rantai jiwa [060820] :: bagi mentarijingga Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya : Ade Fadli. 2006. rantai jiwa. http://timpakul.web.id/rantai-jiwa.html (dikutip tanggal 19 May 2012) — timpakul.web.id – @timpakul

No Comments »

kubur tua

20 August 2006 | by | khayal

Aug
20

gundukan tanah hitam di tepi sebuah kebun rotan ulin berselimut kain kuning terhunuskan ilalang memenuhi ruang kekosongan kubur tua ceritakan sejarah kelam negeri tak ada pekik merdeka di sini tak ada canda bahagia tak hadir secercah senyum terakhirnya kusam tak bernoda kubur tua ceritakan catatan kumal negeri penggusuran hari lalu mendera kegelisahan sawit tak subur…

No Comments »