aku diingatkan pada sebuah anak tangga menuju ruang yang dipenuhi dengan celoteh kayu yang melapuk menjadi tempat tidur yang indah bagi rayap cahaya menyinari diantara temaram kegelapan tak ada arah tuju hanya ingin menapak sang waktu selangkah dan melangkah urai kata semakin tak memakna digerai sebuah simbol merah-hitam kerlip kunang-kunang yang tak lagi kuning harapkan…
di ruang waktu darah jiwa
25 April 2008 | by Ade Fadli | khayal
Apr
25