timpakul mahalabiu

menjadi minoritas itu pilihan !

tuhan tidak tuli kawan

Celoteh pada 20 September 2009 dalam topik khayal [ Print This Post ] - 193 views    

lima kali sehari
suara itu memekakkan telinga
tapi aku tak mendengar apa-apa
selain celoteh yang merusakkan gendang telinga
kosong … sepi … hanya teriakan tanpa makna

mungkin tuhan tuli
dan tak mampu lagi mendengar kata hati
hingga ayat-ayatnya harus diperdengarkan dari ujung corong rumah ibadah
yang tak lebih baik dibandingkan kaleng rombeng

bisa jadi tuhan mulai budeg
hingga perlu alat pengeras suara agar tuhan bisa mendengar
berharap menjadi syiar berakhir sekedar caci maki
yang tak lebih baik dibandingkan cicit walet di rumah tetangga

tak pernah aku membaca bahwa tuhan telah tuli
masih belum tahu bila memang tuhan tak mau mendengar
jelaga hati pun mampu didengarnya
tak perlu dengan suara yang memekakan labirin telinga
:kecuali bila kau percaya bahwa tuhan memang tuli

[090920]
:: pada corong rumah ibadah yang memekakan telinga

Blogmark: Technorati  |  Feedster |  Bloglines  |  Lintas Berita  |  Del.icio.us  |  Digg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Ade Fadli lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.
Kirim email gasan bamamay

Bamamay disini

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word