uang lelah
Posted on: Thursday, Nov 12, 2009
“ini sekedar uang lelah” ujarnya sambil menyerahkan selembar amplop. “maaf… aku tak lelah. apa aku harus menerimanya?”. “iya, kami harus keluarkan uang ini. sudah dianggarkan juga” tambahnya.
uang lelah, sepertinya sudah menjadi pola dalam membangun relasi. bahkan pada beberapa kesempatan, uang lelah sangat ditunggu. uang lelah, bukan lagi sebuah pemberian yang ikhlas. namun merupakan bagian dari sebuah transaksi.
pertarungan yang saat ini terjadi, diantara para penegak hukum, juga tak lebih dari sebuah perebutan uang lelah. melelahkan memang untuk menyelesaikan sebuah kasus hukum. namun, itulah pekerjaan mereka, yang dibayar dengan uang dari rakyat. belum terlalu cukup gaji yang mereka terima, hingga masih membutuhkan uang lelah tambahan.
budaya uang lelah harusnya dapat ditiadakan. berbeda dengan sebuah perjanjian diantara kedua belah pihak, antara keahlian yang dibutuhkan. maka upah atas pekerjaan menjadi penting. namun uang lelah, bukanlah untuk sebuah kelelahan. hanya sekedar uang lebih yang diharap-harap cemaskan untuk didapat.
mencoba membongkar budaya korupsi, harus dimulai dengan memberanguskan budaya uang lelah. korupsi yang mengakar, tak mungkin diberangus bila keinginan dari masing-masing individu belum jua hilang. memulai dari awal, membongkar kebiasaan, membangun keinginan baru, dan mencukupkan.
pada uang lelah !














Dina
July 10th, 2010 at 2:55 am
Permalink this comment
1
uang itu ibarat apa ya
kok banyak dicari
[Reply]