wisata yang ramah lingkungan, merupakan sebuah jawaban yang selalu ditawarkan oleh lembaga konservasi internasional sebagai alternatif pendapatan bagi komunitas lokal di dalam kawasan konservasi. belajar dari apa yang terjadi di TN Komodo menjadi sangat penting untuk mengurai ulang gagasan wisata di kawasan konservasi.
Putri Naga Komodo, sebagai pihak yang diberikan perijinan untuk melakukan pengelolaan wisata di kawasan TN Komodo, ternyata juga masih memerlukan berbagai suntikan dana, diantaranya oleh Bank Dunia. namun para pelancong malah merasakan biaya tinggi di TN Komodo.
sementara itu, sebelumnya telah tersajikan berita tentang kekerasan di kawasan tersebut. nelayan pun telah mengadukan permasalahannya kepada presiden. sebuah fenomena yang terjadi di sebagian besar kawasan wisata di kawasan konservasi. kesenjangan antara komunitas lokal dengan penguasa kawasan selalu terjadi. larangan diberlakukan, sementara pemodal tak pernah mematuhi larangan komunitas lokal. wisata, inikah sebuah solusi bagi komunitas lokal yang selama ini menjaga kawasan sehingga kemudian dinamakan kawasan konservasi?
tak penting (eko)wisata !
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2007. (eko)wisata. http://timpakul.web.id/wisata.html (dikutip tanggal 7 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
Informasi yang bagus dan bermanfaat sob. Untuk informasi mengenai ekowisata berbasis kemasyarakatan di Taman nasional Ujungkulon, kunjungi http://www.ekowisata.co.cc
Salam lestari