pagi hari, sudah disajikan berita pertarungan antara cicak melawan buaya. setelah mentari menyinari, gosip selebritis berkumandang. menjelang makan siang, kembali birokrat yang tak beraurat nampang. makan siang bersama dengan kejahatan dan kekerasan. saat sebagian tidur siang, hiburan tak bermutu ditampilkan. sore menjelang mandi, kembali dunia khayalan ditampilkan. petang, kabar sedari subuh berulang kembali. malam hari, dipenuhi dengan debat tak berkesudahan. tengah malam, memaksa register ke nomor tertentu hanya untuk mengetahui hari esok. didinginnya subuh, masih belum ada keheningan. “lebih baik tidur cepat“.
buka internet dengan koneksi lelet. situs jejaring sosial dipenuhi dengan keluh kesah dan caci. membuka berita yang tak beda dengan layar kaca. posting tulisan di blog yang tak dimengerti. isi mailing list pun seperti pesan singkat di telepon seluler. untuk ada game online yang sedikit menghibur. “beri saya seekor gajah donk“.
yang waras mari minggir. hanya mereka yang lolos psikotest yang layak melanjutkan kehidupan di negeri ini. tak ada yang masuk di akal. semua berjalan di luar logika. aliran informasi yang begitu cepat, belum mampu diserap oleh labirin otak. energi yang dikeluarkan telah tak sedikit, namun belum terlalu terlambat untuk berhibernasi. “lebih baik kembali ke peraduan“.
yang waras mari minggir ….












