berbohong itu penting

sudah lebih lima belas tahun menggeluti dunia non-profit yang sebenarnya profit. menemukan beragam bentuk pembohongan yang berlangsung. mulai dari lembaga penyedia dana, yang memperoleh pendanaan dari pemerintah suatu negara, perusahaan,  maupun individu, lalu lembaga broker, yang tak pernah mau disebut sebagai broker,  hingga implementator, yang menghabiskan dana yang diberikan. pun pada masyarakat yang menjadi obyek prokect.

pastinya, para pekerja lembaga-lembaga itu tak ingin disebut sebagai pembohong ataupun penipu. karena jelas, tujuan organisasinya sangatlah mulia. melestarikan sumber daya alam, menyelamatkan kehidupan, membangun pemerintahan yang berkeadilan, dan beragam jargon yang dikumandangkan.

dimulai dari berbohong saat menyusun proposal, menjalabkab program, hingga melaporkannya. dan kolektivitas ini terus terjaga, satu dengan yang lain, karena memang saling membutuhkannya. maka pun, satu-satunya program yang berkelanjutan adalah program berbohong.

sudah seringg saua menemukan lembaga pelaksana yang tak mampu melaporkan kegiatannya, lalu disibukkan dengan nota dan stempel yang dibuat cepat. pun lembaga broker yang memoles laporannya dengan capaian dari program yang tak didanainya, karena program yang didanainya tak memiliki capaian apa-apa. pun lembaga pendanaan yang lalu mempertanggungjawabkan uang yang dikelolanya dengan meneruskan kata-kata bohong.

kalau hanya sekadar dijanjikan untuk memperoleh pendanaan, saia sangat puas dengan ini. ada proposal yang dibuat berdasarkan permintaan, lalu terus berproses selama satu tahun lebih, dan semakin dipersulit secara administrasi, hingga kemudian menyerah untuk terus berproses. atau janji yang juga diberikan bahwa pencairan akan segera berlangsung, lalu dikatakan, tak ada lagi uangnya.

gampang sekali berbohong itu. dan seolah tak berdampak apa-apa. satu waktu saiai menyusun laporan program dan keuangan yang akan diaudit, dan menemukan beberapa kegiatan yang tak dibuat, lalu dilaporkan. padahal selama ini mereka menjargonkan trnasparansi, keterbukaan, hingga melawan pembohongan. lalu kemudian, kebohingan apa yang tak dihindarkan? saia pun memperteguh kebohongan yang berlangsung.

pun satu waktu saia melalukan monitoring sebuah program. dengan aederhana saja sebenarnya akan mudah menemukan bahwa program memang tak dijalankan. psikologis orang tak akan mampu menyembunyikan pembohongan, apalagi bila ia tak berlatih. maka saia bertemu dengan ketiadaan pelaksanaan program di tapak. lalu apa yang harus dilaporkan? saia konsisten untuk melaporkan pembohongan itu.

maka pun, saat sedang berproses menyusun proposal yang bermiliar USD ini, saia memutuskan untuk keluar dari lingkaran lembaga berbohong. saia akan membangun persekutuan berbohong, agar kemudian manpu melakukan pendidikan pembohongan secara lebih masif. ketika bohong sudah mendominasi, maka saat itulah yang jujur akan menjadi pembohong.

mari terus berbohong berkelanjutan, karena hidup tanpa bohong, bukanlah kehidupan.

 

1 comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: