Cara Cepat Menjadi Kaya !

Hampir sebagian besar individu bermimpi untuk menjadi kaya. Pun terhadap individu yang sudah tergolong kaya ataupun masuk dalam golongan 1%. Dan tak banyak yang cukup paham, bahwa menjadi kaya itu soal pilihan dan selalu ada jalan sederhananya.

Dua kutub yang selalu berseberangan, menjadi sangat berkeyakinan ataupun menjadi sangat tidak berkeyakinan, menjadi kutub yang menarik. Karena keduanya berada di golongan 5%. Kelompok ini, dengan sangat terlihat jelas, tak berkesusahan untuk terus menggerakkan kepingemas dan terus menumpuk kekayaannya.

Hitam dan putih adalah dua kutub sederhana dalam berkehidupan. Menjadi sangat (seolah) baik ataupun menjadi sangat (seolah) berkelakuan jahat. Ini menjadi kunci untuk menjadi cepat kaya. Dan tak ada rumus yang rumit untuk mewujudkannya. Tujulah titik itu, dan kompensasi dapat segera diraih.

Keyakinan itu menjadi sebuah barang dagangan yang tengah laris saat ini. Setiap individu berlomba-lomba untuk menjadi selamat pada kehidupan kemudian, yang tak pernah jua diketahui bagaimana wujud kehidupan itu. Celoteh di atas mimbar seolah memberikan ketenangan dan terus menguraikan janji-janji kesenangan dan kebahagiaan. Yang tentunya melampaukan kegelisahan.

Tak berpikir tentang keyakinan pun (sama sekali) dapat melahirkan ketenangan dan terus mendatangkan harta yang akan selalu bertambah. Tanpa berpikir adanya tembok penghalang ataupun jurang yang mematikan, maka risiko semakin kecil. Setiap jalan dapat dilalui, agar kemudian istana dapat dibangun.

Menariknya, kedua kutub ini akhirnya bertemu pada bonus umur yang diperoleh. Pada pembaik lalu berbuat kejahatan, dengan menambah pada sisi kepuasan non-ragawi. Para penjahat lalu berbuat kebaikan, dengan pengharapan proses-proses penyucian akan segera berlangsung dan memberikan jalan yang seolah baru, dan melupakan jejak yang ditinggalkan.

Maka, kelompok 95% yang berada pada titik keraguan, tidak punya keyakinan penuh ataupun tidak berani tidak punya keyakinan, maka selalu berada dalam kegalauan berkelanjutan. Hasilnya adalah kekayaan tak jua bertambah. Hanya episode mimpi yang terus berbuih dikumandangkan.

Akhirnya, kalau kemudian benar-benar berkeyakinan untuk menjadi kaya, masuklah pada salah satu kutub. Yang lebih mudah adalah masuk pada kutub kejahatan, karena nantinya masih ada waktu untuk bertobat dan bisa menutup cerita lalu dengan baik. Kalau tidak terlalu yakin dengan ini, maka ambilah kutub kebaikan, karena walaupun gagal untuk menuju sisi terujung dari kutub ini, setidaknya tak terlalu jelek potret masa akhirnya. Jadi, kaya itu pilihan, dan berhentilah untuk bermimpi menjadi kaya. Wujudkan saja, karena itu sangat sederhana untuk mewujudkannya.

ps: jangan terlalu serius membacanya. kalaupun nggak suka dengan tulisan ini, tak perlu cemas. berhentilah membaca, dan lekaslah menulis.

Leave a Reply

%d bloggers like this: