Menarik ditarik

Baru bangun pagi sudah disajikan satu pertanyaan “Isu apa yang paling menarik dibahas untuk orang-orang yang tak pernah tertarik dengan isu menarik? ‪#‎diskusiInteraktif‬“. Walaupun sebenarnya jawabannya tak terlalu rumit, namun yang bertanya yang membuat rumit.

Pertama, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

isu n 1 masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dsb); 2 cak kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas-desus;

Maka memang akan menjadi rumit untuk memperbincangkan kabar angin ataupun desas-desus, walaupun lebih dari satu orang suka untuk memperbincangkannya.  Sehingga harusnya bila itu adalah benar dan sebenarnya merupakan isu, maka asumsi pertanyaan menjadi salah. Pun ketika menempatkan isu sebagai masalah yang dikedepankan, maka menjadi sulit dia berposisi dibelakang. Artinya dengan posisi di depan, akan lebih mudah ditarik, dibandingkan didorong. Kalau di belakang, maka sebaiknya didorong, supaya arahnya ke depan, kalau ditarik maka akan menjadi mundur.

Kedua, masih menurut kamus yang sama:

ta·rik v hela;

Maka menarik itu menjadi:

me·na·rik v 1 menghela (supaya dekat, maju, ke atas, ke luar, dsb): anak perempuan itu ~ tangan kawannya; 2 membawa (mengambil dsb) ke luar; mengeluarkan dsb: 3 menyenangkan (menggirangkan, menyukakan hati krn indahnya, cantiknya, bagusnya dsb); 4 membangkitkan rasa kasih (sayang, suka, ingin, dsb); 5 mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (mengindahkan dsb);

dan tertarik merupakan:

ter·ta·rikv1 kena tarik; ditarik (dihela dsb) bersama dng yg lain: tangannya yg patah itu ~ juga;2ki merasa senang (suka, ingin, dsb) kpd; terpikat (hatinya oleh …; menaruh minat (perhatian) kpd: orang itu ~ pd kesenian Jawa;

Maka ketika hela itu memiliki arti:

he·la /héla/ v, meng·he·la v 1 menarik; menyeret: dua ekor kuda ~ pedati; 2 mengurangi; bagai ~ rambut dl tepung, pb pekerjaan yg sulit atau pekerjaan yg harus dikerjakan dng hati-hati sekali;

Maka kita sedang berada pada putaran yang tidak akan berhenti pada sebuah titik. Namun marilah secara perlahan dibaca. Bahwa menarik itu harus mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan. Supaya bisa diperhatikan, maka harus memiliki pembeda. Nah, ketika yang dihela adalah kuda, maka bisa jadi supaya menjadi menarik, kuda dapat diganti hewan lainnya. Bisa jadi dinosaurus ataupun kutu. Sehingga, supaya menjadi menarik, cobalah memperbincangkan bagaimana membangkitkan kasih sayang dinosaurus kepada kutu.

Ketiga, ketika bicara orang, maka menjadi penting untuk memastikan bahwa yang bicara adalah orang. Jangan-jangan ini adalah pinokio yang dengan belas kasihan akhirnya dihidupkan dan mampu berbicara, agar kemudian dapat menjadi pembohong. Atau bisa jadi merupakan boneka-boneka jenis lainnya, semacam boneka chuky, yang sedang menunggu makan siang. Sehingga, menjadi penting untuk menentukan posisi orang terlebih dahulu.

Lalu, supaya banyak, maka ini adalah yang keempat. Ketika melakukan diskusi interaktif, pastinya akan ada diskusi sambil interaktif. Nah, inter-aktif ini adalah salah satu penghasil suara yang membutuhkan pembangkit. Maka, kembali lagi pada bagian yang dibangkitkan, sebagaimana kamus tadi menyebutkannya, bahwa harus ada kasih sayang yang dibangkitkan. Perlu dilakukan kajian mendalam, apakah masih ada kasih dan sayang, ataupun sayang yang dikasihkan, diantara yang ingin berdiskusi. Kesimpulan kajian ini akan sangat menentukan interaktif seperti apa yang akan dihasilkan. Bisa jadi, sebagaimana speaker aktif lainnya, apa yang dituliskan, belum tentu sama dengan apa yang diperdengarkan.

Kelima, dan ini bukan soal bebek nungging pastinya, bahwa dalam orang-orang yang tak tertarik pada isu menarik di diskusi yang harusnya interaktif, bukanlah beban bagi moderator ataupun fasilitator diskusi. Ini adalah beban turunan yang diberikan oleh penyelenggara, yang hanya ingin agar ada makan siang di hotel ataupun tempat makan yang berbeda, serta pastinya harus ada dana yang dihabiskan. Terkadang, pemandu diskusi, yang bukan pemandu moda apalagi pemandu madu, tidaklah berkewenangan mengubah isu agar kemudian menjadi menarik. Tugas polisi sudah jelas berdasarkan undang-undangnya, pun pada jaksa dan hakim, serta wasit dan hakim garisnya. Maka, wasit atau hakim garis tak perlu menjadi pemain bola, kecuali sedang ada pertandingan persahabatan antara wasit dengan anak gawang.

Ketertarikan, pastinya adalah soal rasa. Interaktif merupakan sebuah proses yang tidak dapat dibangun sesaat. Isu menarik, hanya akan bisa berkembang bila sudah ditarik-tarik. Lalu, apakah bertemu tidak lebih dari satu hari, bahkan hanya menunggu waktu makan siang, akan bisa menghadirkan isu menjadi menarik diantara orang-orang yang tak tertarik dengan isu dalam diskusi yang berinteraktif pun? Mungkin hanya sedang kelelahan, sehingga berhalusinasi. Jadi pun, tak perlu bersabar, hanya butuh asupan gizi dari chef yang meliburkan diri.

Leave a Reply

%d bloggers like this: