Pembangunan Gambut Center oleh warga Muara Siran

#GambutCenter : Sebuah Mimpi yang Tertunda

Gambut, saat ini sudah menjadi perbincangan masyarakat dunia. Ketika isu perubahan iklim mulai diperbincangkan, dan skema baru penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, ditambah dengan plus-nya mulai dimungkinkan, maka gambut menjadi pilihan penting dalam upaya mencegah kenaikan suhu bumi lebih dari 2 derajat celcius.

Adalah Kutai Kartanegara, yang selalu disebut sebagai kabupaten terkaya, dengan begitu banyak permasalahan terkait hutannya, mulai dari delta mahakam hingga perizinan pertambangan, memiliki pilihan yang berbeda terhadap kawasan gambut di kawasan tengah sungai Mahakam. Melalui Keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 590/526/001/A.Ptn/2013 tentang Penunjukan Kawasan Konservasi Sebaran Lahan Gambut di Kabupaten Kutai Kartanegara, ditunjuklah kawasan konservasi sebaran lahan gambut yang terletak di Kecamatan Muara Wis, Kecamatan Muara Muntai, Kecamatan Kenohan, Kecamatan Muarakaman dan Kecamatan Kota Bangun di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Peta Konservasi Lahan Gambut Kutai Kartanegara

Peta Konservasi Lahan Gambut Kutai Kartanegara

Menindaklanjuti Keputusan Bupati tersebut, Desa Muara Siran menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Desa, yang saat ini sedang menunggu proses pengesahan dari Pemerintah Kabupaten, dengan menempatkan kawasan perlindungan gambut sebagai salah satu bagian di dalam ruang di desanya. Selain itu, Pemerintah Desa Muara Siran juga membangun Gambut Center, sebagai pusat informasi gambut Mahakam Tengah, yang akan menjadi wadah pengelolaan pengetahuan (knowledge management) gambut. Selain itu, Gambut Center juga menjadi bagian dari pengelolaan EkoWisata Gambut, yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Sumberdaya Alam Desa.

Pembangunan Gambut Center oleh warga Muara Siran

Pembangunan Gambut Center oleh warga Muara Siran

Bangunan Gambut Center yang tertunda penyelesaiannya

Bangunan Gambut Center yang tertunda penyelesaiannya

Namun, pembangunan Gambut Center sedang terhenti. Masih dibutuhkan investasi tambahan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan belum selesai, masih harus ada hari berikutnya, agar mimpi Gambut Center bisa benar-benar terwujudkan. Dengan sebuah harapan, Gambut Center bisa jadi pengikat bagi ikatan warga dengan gambut, yang mendukung peningkatan ekonomi warga berbasis gambut, dengan model berbagi ekonomi (sharing economy).

Leave a Reply

%d bloggers like this: