mesin pencari itu …

Netizen itu diberikan fasilitas yang sangat membantu, namanya “mesin pencari”. Media sosial kadang melompatinya. Dan secara teknis, peneliti sedang bekerja untuk membangun alogaritma untuk memperkecil peluang manipulasi gambar. Mungkin ke depan, manipulasi video juga akan dimungkinkan. Pun saat ini sudah ada teknologi untuk mencegah pembajakan berbasis suara dan gambar statis, dan masih dikembangkan untuk yang berbasis gambar bergerak.

Media sosial adalah media pertemanan dan mempertemukan. Dan saat ini dikapitalisasi sebagai media promosi. Makapun kita sukar menemukan tombol “dislike” ataupun “booo”. Yang adalah hanyalah tombol “teruskan berbagi”, “hati” atau “suka”. Karena media sosial mengantarkan pada semangat positif, menyemangati, dan rerus mengabarkan kebaikan.

Kultur Netizen sangat bergantung pada sosial netizen tersebut. Lingkar sosial dan ekosistemnya, sangat mempengaruhi pembangunan kultur netizen. Ditambah dengan kultur dan sosio citizen, maka semakin menguat di media sosial. Karena media sosial masih diletakkan sebagai berbincang pada mesin, bukan pada makhluk sosial lain.

Setiap klik dan konten berbagi tetap akan tercatatkan. Berbeda dengan lingkungan offline, yang cepat tersapu angin lalu. Walaupun UU ITE telah memberikan “hak untuk dilupakan” dan Eropa sudah pula mengadopsinya, bukan berarti karakter persona di media sosial akan mudah dilupakan. Selalu ada pengunggahan ulang cerita lalu. Dan jejak digital selalu tersimpan baik dalam ekosistem digital.

Jadi, karakter netizen adalah yang terpapar dalam media sosialnya. Beberapa netizen akhirnya harus kehilangan kebahagiaan bahkan kebebasannya, akibat perilakunya di media sosial. Hukum digital jauh lebih kejam dibandingkan hukum offline. Etika digital jauh lebih ketat dibandingkan etika offline. Dan sanksi yang didapatkan di ekosistem digital, jauh lebih menusuk dibandingkan sanksi di ekosistem mayapada.

Pilihan ada pada kerja otak dan jari-jari ini. Mereka sangat menentukan hari esok. Dari digital akan berdampak pada offline. Mengrmbalikan manfaat media sosial pada arah pengembangannya, akan jauh lebih memberikan manfaat pada diri dan jiwa. Namun, setiap netizen memiliki pilihan sadar atas perilaku yang ingin dibangun di dunianya masing-masing.

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: